Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Donald Trump: “Darahku adalah vaksinnya!!!,”
    Misleading Content

    [SALAH] Donald Trump: “Darahku adalah vaksinnya!!!,”

    Jane DoePublish date2020-10-16
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar cuitan Twitter yang mengatasnamakan akun Twitter Donald Trump. Dengan klaim “Darah saya adalah vaksinnya,”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Melansir dari Snopes pada bulan Oktober 2020, berita tentang Presiden AS Donald Trump tertular COVID-19 menyebabkan gebrakan di mana-mana dan membuat semua orang terpaku di layar mereka atau di media sosial tentang berita pembaharuan kesehatannya. Trump menjalani perawatannya di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dan kembali ke Gedung Putih empat hari setelah dirawat.

    Di tengah hal tersebut banyak juga berita palsu yang beredar secara online Salah satunya adalah tangkapan layar tweet dari akun Donald Trump yang berbunyi, “Darahku adalah vaksinnya !!!,” Dan anehnya, itu adalah tweet palsu, tweet tersebut diedit oleh seseorang untuk menyampaikan klaim palsu tentang Presiden AS. Tweet tersebut tidak pernah dibuat dari akunnya dan kemungkinan besar merupakan karya edit yang menjadi viral.

    Pengguna media sosial menganggap postingan ini masuk akal karena beredar pada waktu yang sama Trump memposting lusinan pesan di Twitter, beberapa di antaranya berisi pernyataan yang meragukan tentang COVID-19, seperti pada tanggal 6 Oktober 2020, Trump mentweet bahwa “COVID-19 kurang mematikan daripada flu,” Twitter menyembunyikan tweet tersebut sehingga pemirsa harus mengklik “lihat” untuk membacanya. Peringatan sekarang juga dilampirkan: “Tweet ini melanggar Peraturan Twitter tentang penyebaran informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait dengan COVID-19. Namun, Twitter telah menetapkan bahwa mungkin demi kepentingan publik agar Tweet tetap dapat diakses”.

    Beberapa outlet berita juga menerbitkan artikel tentang beragam tweet yang di posting Trump, namun tidak menyebutkan diantaranya satupun tweet “Darahku adalah vaksinnya !!!,” Tweet ini tidak muncul di timeline Trump dan bahkan tidak ada di arsip. Sepertinya itu dibuat sebagai lelucon yang menjadi viral, di tengah banyaknya tweet yang dibuat Presiden AS saat itu.

    Dengan demikian, postingan Trump dengan tweet “Darahku adalah vaksinnya !!!,” tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan. Faktanya, tweet dan klaim tersebut tidak pernah dibagikan dan bukanlah pesan asli dari akun twitter Trump.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.snopes.com/fact-check/trump-my-blood-is-the-vaccine/

    Publish date : 2020-10-16

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.