Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Pemimpin Masyarakat Adat Asli Amerika Dikorbankan Sebagai Persembahan Selama Epidemi
    Misleading Content

    [SALAH] Pemimpin Masyarakat Adat Asli Amerika Dikorbankan Sebagai Persembahan Selama Epidemi

    Jane DoePublish date2020-10-13
    Share
    Facebook

    Berita

    “In many civilizations of the original indigenous peoples of the Americas, when epidemics occurred, the leaders were sacrificed as an offering to the gods.

    Just Sayin’…”

    “Di banyak peradaban masyarakat adat asli Amerika, ketika wabah terjadi, para pemimpinnya dikorbankan sebagai persembahan kepada para dewa.

    Hanya mengatakan …”

    HASIL CEK FAKTA

    Akun Facebook Linda Hutchison mengunggah gambar yang di dalamnya terdapat narasi tentang para pemimpin masyarakat adat asli Amerika yang dikorbankan sebagai persembahan ketika wabah terjadi. Unggahan yang diunggah di grup Facebook Eden Cafe ~ Anunnaki, Atlantis, Egypt, Archaeology, Visionary Art, History~ pada 25 September 2020 telah mendapat respon sebanyak 430 reaksi, 77 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 224 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, narasi dalam gambar unggahan tersebut tidak tepat. Mengutip dari AFP Fact Check, Profesor Antropologi Mesoamerika Universitas Alabama, Richard Diehl mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung klaim pada unggahan Facebook itu.

    “Faktanya adalah bahwa epidemi tidak pernah ada di Amerika pra-Columbus. Nenek moyang penduduk asli Amerika meninggalkan Dunia Lama jauh sebelum “penyakit menular ” seperti itu muncul dan karenanya itu tidak pernah ada di Amerika sampai diimpor oleh orang Eropa dan budak Afrika pada akhir 1400-an dan awal 1500-an. Jadi tidak, mereka tidak mengorbankan pemimpin mereka,” ujarnya.

    Camilla Townsend, Profesor Sejarah Amerika Latin dari Universitas Rutgers juga mengatakan bahwa penduduk asli Amerika kuno tidak mengorbankan pemimpin mereka saat epidemi. Pada saat itu, sejumlah budaya penduduk asli terkadang mengorbankan tawanan perang. Mereka percaya bahwa hadiah utama untuk para dewa adalah hadiah kehidupan manusia dan untuk menunjukan sisi politik kepada musuh mereka.

    Adapun gambar pada unggahan tersebut diambil dari bagian Codex Laud. Mengutip dari FAMSI, Codex Laud adalah buku panduan agama yang berisi sebelas bagian yang salah satu bagiannya berhubungan dengan perjalanan manusia melalui kehidupan. Codex Laud ini diyakini berasal dari Meksiko selama kekaisaran Aztec.

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Linda Hutchison pada grup Facebook Eden Cafe ~ Anunnaki, Atlantis, Egypt, Archaeology, Visionary Art, History~ dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena wabah menular tidak pernah ada di Amerika pada masa sebelum Columbus dan penduduk asli Amerika kuno tidak mengorbankan pemimpin mereka saat wabah menular terjadi.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Narasi yang salah. Faktanya, wabah menular tidak pernah terjadi di Amerika pada masa sebelum Columbus dan penduduk asli Amerika kuno tidak mengorbankan pemimpin mereka saat wabah menular.

    Rujukan

    https://factcheck.afp.com/misleading-claim-circulates-facebook-indigenous-peoples-americas-sacrificed-leaders-offering-gods

    http://www.famsi.org/research/graz/laud/index.html

    http://www.famsi.org/research/pohl/jpcodices/laud/img_laud08.html

    Publish date : 2020-10-13

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.