Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] “BERSEPEDA PAKAI MASKER, MAKAN KORBAN JIWA DI DENPASAR”
    False Context

    [SALAH] “BERSEPEDA PAKAI MASKER, MAKAN KORBAN JIWA DI DENPASAR”

    Jane DoePublish date2020-10-06
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Made In Bali (fb.com/169859196453069) mengunggah beberapa foto dengan klaim sebagai berikut:

    “AMOR ING ACINTYA :cry::cry::cry:
    BERSEPEDA PAKAI MASKER, MAKAN KORBAN JIWA DI DENPASAR.
    .
    Diduga bermasker saat bersepeda, seorang pengendara sepeda meregang nyawa di jalan.
    Orqngnya jatuh sendiri di depan banjar Panti Sanur, dinyatakan telah meninggal dunia.
    Kejadian pada Sabtu 03/10/20 pkl. 06.40 wita, selanjutnya korban atas nama I Nyoman Sumarta, SH. Alamat ; Jl. Danau Tondano No. 35, Br. Danginpeken Sanur – Denpasar Selatan, dievakuasi menggunakan bantuan dari Ambulans BPBD kota Denpasar.
    #bpbd#bpbddenpasar
    VIA @info jagat maya”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim adanya pesepeda di Denpasar yang meninggal karena memakai masker adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan karena memakai masker. Pengendara sepeda yang berinisial INS itu meninggal usai terjatuh dari sepedanya karena mengalami serangan jantung. Menurut pihak keluarga, INS memang memiliki riwayat penyakit jantung.

    Dilansir dari Kumparan.com, Koordinator Ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Dewa Mahendra, mengatakan INS meninggal setelah terjatuh dari sepedanya sekitar pukul 06.30 WITA. INS pun dievakuasi oleh petugas ambulans Public Safety Center (PSC) BPBD Pos Juanda. “Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya korban terserang penyakit jantung,” ujar Dewa.

    INS kemudian dibawa ke kediamannya yang terletak di Sanur, Bali. “Atas permintaan dari keluarga, korban langsung dievakuasi ke kediamannya,” kata Dewa. Menurut keterangan keluarga korban, INS memang memiliki riwayat penyakit jantung. “Kemarin masih aktif kontrol ke rumah sakit,” tuturnya.

    Peristiwa ini juga diberitakan oleh Tribun Bali. Dilansir dari Tribun Bali, menurut Ni Putu Isma Diarthi, petugas medis PSC BPBD Denpasar yang menangani korban di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung.

    Hal itu dibenarkan oleh pihak keluarga. Sebelum meninggal pun, korban masih aktif kontrol ke rumah sakit. “Informasi dari keluarga, almarhum INS memiliki riwayat sakit jantung, kemarin masih aktif kontrol ke rumah sakit,” katanya. Sebelum meninggal, INS sempat mengalami napas tersendat dan mengap-mengap.

    Isu soal adanya orang yang meninggal ketika bersepeda menggunakan masker bukan kali ini saja beredar. Pada awal Juni 2020, terdapat isu serupa yang menyebar. Pesepeda yang meninggal ketika itu pun memiliki riwayat penyakit jantung. Menanggapi isu ini, dilansir dari Kompas.com, dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto menjelaskan, jika memang ada gangguan jantung yang dimiliki oleh pesepeda tersebut, kemungkinkan terbesar itulah penyebabnya, bukan karena penggunaan masker.

    Menurut Michael, orang dengan riwayat gangguan jantung tentu berisiko terkena serangan jantung kapan pun, terlepas menggunakan masker atau tidak. Bahkan, ia bisa mengalami serangan jantung ketika tidur maupun sedang berolahraga. Michael menyatakan, ketimbang berdiam diri saja, risiko kematian bagi orang dengan riwayat penyakit jantung tentu akan meningkat ketika melakukan aktivitas seperti berolahraga. Ini dikarenakan jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

    Namun, bukan berarti orang dengan gangguan jantung tidak bisa berolahraga. Sebaliknya, menurut Michael, mereka diwajibkan berolahraga, dengan catatan disesuaikan dengan kapasitas tubuh sehingga tidak memicu kerja jantung yang terlalu berat. Michael menjelaskan menggunakan masker ketika berolahraga memang akan mempengaruhi sirkulasi udara. Namun, bukan berarti seseorang bakal meninggal karena kehabisan napas lantaran berolahraga menggunakan masker.

    Jika merasa tidak nyaman, seseorang pasti akan merespons dengan melepas masker tersebut. “Kalau mulai pusing (karena sulit bernapas), kenapa enggak dibuka? Masak kamu enggak mampu untuk buka masker sendiri yang jadi penyebab itu (sulit bernapas),” katanya. Michael pun menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, kita tetap bisa berolahraga menggunakan masker selama itu ringan. Menurut dia, olahraga berat umumnya hanya dilakukan oleh atlet, yang tentunya berada di lokasi khusus dan tidak perlu mengenakan masker.

    KESIMPULAN

    Bukan karena memakai masker. Pengendara sepeda yang berinisial INS itu meninggal usai terjatuh dari sepedanya karena mengalami serangan jantung. Menurut pihak keluarga, INS memang memiliki riwayat penyakit jantung.

    Rujukan

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/1040/fakta-atau-hoaks-benarkah-pesepeda-di-denpasar-ini-meninggal-karena-pakai-masker

    https://kumparan.com/kanalbali/jatuh-dari-sepeda-seorang-pria-di-denpasar-meninggal-dunia-1uJmaVsyuuN

    https://jakarta.tribunnews.com/2020/10/03/pesepeda-56-tahun-mendadak-meninggal-usai-terjatuh-di-sanur-sempat-megap-megap-saat-kenakan-masker

    https://www.kompas.com/sains/read/2020/06/02/203033223/bersepeda-pakai-masker-sebabkan-kematian-benarkah

    Publish date : 2020-10-06

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.