Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] “dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an dan Kitab dan sejadah di gunting, ketahuan sama santri”
    False Context

    [SALAH] “dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an dan Kitab dan sejadah di gunting, ketahuan sama santri”

    Jane DoePublish date2020-10-03
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Siti Elizhah (fb..com/siti.elizhah) mengunggah sebuah foto dengan narasi:

    “Baru saja terjadi di kampung susukan bojong parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Cari-cari Ustad, dan ditanya keperluan nya malah ngotot dan ngajak berantem. Dan dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an dan Kitab dan sejadah di gunting, ketahuan sama santri. Ujung2nya diHakimi. Waspada. Jaga Ulama dan Habaib.”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya dua pemuda yang merobek Al Quran dan Kitab serta menggunting sajadah di Kampung Susukan, Desa Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Polres Sukabumi dan pihak Pesantren Al-Muhtadin telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif menegaskan, informasi yang menyebut penusukan atau bahwa dua pemuda itu merobek-robek Alquran dan sajadah tidaklah benar. Ketika datang, mereka langsung bertemu dengan warga sekitar pondok dan menanyakan sang ustad.

    ’’Wah, hoax itu. Nggak benar. Tidak ada penusukan atau penyobekan Alquran. Keduanya tidak bawa sajam,’’ papar Lukman saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Pihak pesantren juga telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Menurut Lukman, dua pemuda itu hanya ingin berobat kepada salah seorang ustad di kawasan tersebut. Namun, ustad yang dicari tidak berada di tempat.

    Sesampainya di kediaman ustaz tersebut, kedua orang itu kemudian masuk ke rumah ustaz diantarkan oleh seorang warga yang juga ketua DKM masjid setempat. Saat itu ustaz yang dimaksud tidak ada ditempat. Perselisihan kemudian terjadi, saat warga menanyakan maksud dan tujuan kedua pria tersebut.

    “Saat ditanya oleh warga tujuan dan maksud dua orang tersebut menemui Ustaz Engkus, mereka menjawab dengan nada dan kata-kata yang tidak enak, setelah itu karena merasa curiga dua orang tersebut dibawa keluar rumah dan datang santri dan ditanyakan kembali namun dua orang tersebut menjawab dengan kata yang tidak enak,” lanjut Lukman.

    Saat itu kedua pria itu memilih pergi, saat diikuti mereka malah lari dan membuat warga dan santri di sekitar lokasi mengejar dan mengamankannya di pesantren Al-Muhtadin dan menghubungi pihak Kepolisian Sektor Parungkuda untuk ditindak lanjuti. Kemudian, petugas mendatangi lokasi dan mengamankan kedua pemuda dari kerumunan masa.

    AKBP Lukman juga menghimbau kepada masyarakat, jangan begitu saja percaya terhadap berita atau informasi yang belum pasti kebenarannya. Karena memang, dari informasi yang tidak benar akan menimbulkan reaksi yang kurang baik.

    KESIMPULAN

    Polres Sukabumi dan pihak Pesantren Al-Muhtadin telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

    Rujukan

    https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/03/10/2020/hoax-perobekan-alquran-di-sukabumi/

    https://radarsukabumi.com/berita-utama/hoak-dua-pemuda-sukabumi-dituduh-bunuh-ustaz-ini-fakta-sebenarnya/

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4372290/cek-fakta-tidak-benar-video-dua-pemuda-ditangkap-karena-mau-bunuh-kiai-di-sukabumi

    https://news.detik.com/berita/d-5195068/video-dua-pria-sukabumi-dikeroyok-massa-viral-ini-imbauan-polisi

    Publish date : 2020-10-03

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.