Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China, tutup jarumnya belum di buka”
    Misleading Content

    [SALAH] “Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China, tutup jarumnya belum di buka”

    Jane DoePublish date2020-10-03
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Raffasya (fb.com/raffasya.0) mengunggah beberapa foto Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang sedang diambil darahnya pada tahap ke-empat uji klinis vaksin COVID-19 (V3) dengan narasi sebagai berikut:

    “Emil Saat Diambil Darah untuk Uji Vaksin China..! Itu tutup jarumnya belum di buka mil..”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ketika diambil darahnya saat tahap ke-empat uji klinis vaksin COVID-19 (V3), penutup jarum alat pengambil darahnya belum dibuka adalah klaim yang salah.

    Faktanya, Alat pengambilan darah yang digunakan oelh Ridwan Kamil adalah Vacutainer, yang memang memilik 2 jarum, satu ke vena satu ke tabung vacum. Yang terlihat seperti tutup itu, itu adalah tabung vacumnya.

    Melansir informasi yang diunggah di akun Instagramnya pada Jumat (2/10/2020), orang nomor satu di Jawa Barat itu langsung meng-capture unggahan akun Instagram @teluuur yang menudingnya berpura-pura.

    “Alat ini namanya VACUTAINER mas @teluuur. Ada dua jarum: satu ke vena satu ke tabungnya. Yang terlihat seperti tutup itu, ya itulah tabung vacumnya. Teknologi baru dalam pengambilan darah. Beda dengan jarum suntik jadul yang biasa dipake. Jika gak ngerti tanya pada ahlinya, bukan menuding pura-pura disuntik dan pembohongan publik. Posting dari yang tidak berilmu dikeproki oleh followernya yang sama2 tidak pake ilmu. Kasian. Pikarunyaeun. Dimaafkan.” tulis Ridwan Kamil.

    Dikutip darik detikcom, salah seorang relawan vaksin COVID-19, Fadly Barjadi Kusuma menyatakan, alat yang digunakan untuk mengambil sampel darah memang seperti itu adanya.

    “Kalau fotonya dari atas kelihatan jarumnya,” ujar Fadly saat dihubungi detikcom, Kamis (1/10). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengendara ojek online itu telah mendapatkan dua kali penyuntikan vaksin pada 11 dan 26 Agustus 2020. Ia pun telah menjalani pengambilan sampel darah di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung pada 9 September 2020.

    “Setelah alat pengambilan darah tersebut menembus kulit, alatnya memang dipegang seperti itu. Dilepas setelah beres pengambilan, kemudian diambil plester biasa atau yang putih,” tutur Fadly.

    Tabung pengumpul darah Vacutainer adalah tabung reaksi steril yang berbahan baku kaca atau plastik, dengan penghenti karet yang berwarna yang membuat segel vakum di dalam tabung, memfasilitasi gambar volume cairan yang telah ditentukan sebelumnya. Tabung Vacutainer dapat berisi aditif yang dirancang untuk menstabilkan dan mempertahankan spesimen sebelum pengujian analitis.

    Tabung tersedia dengan jarum yang dirancang khusus untuk keselamatan, dengan berbagai opsi pelabelan dan volume penarikan. Warna bagian atas menunjukkan aditif dalam botol.

    Tabung Vacutainer ditemukan oleh Joseph Kleiner dan Becton Dickinson pada tahun 1949. Vacutaineradalah merek dagang terdaftar dari Becton Dickinson, yang memproduksi dan menjual tabung saat ini.

    Jarum Vacutainer memiliki ujung ganda, dengan satu sisi terbungkus lapisan karet tipis untuk keselamatan. Ketika jarum disekrupkan ke dalam dudukan plastik bening, jarum karet berada di dalam dudukan, dan jarum yang terbuka akan dimasukkan ke dalam vena. Ketika tabung Vacutainer dimasukkan ke dalam dudukannya, tutup karetnya tertusuk oleh jarum dalam dan kekosongan dalam tabung menarik darah melalui jarum dan ke dalam tabung. Tabung yang diisi kemudian dilepas dan tabung yang lain dapat dimasukkan dan diisi dengan cara yang sama. Jumlah udara yang dievakuasi dari tabung menentukan berapa banyak darah yang akan mengisi tabung sebelum darah berhenti mengalir.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/CF1Qix-HlD5/

    https://archive.md/nfQXv (Arsip postingan @teluuur)

    https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5197936/dicurigai-netizen-soal-jarum-suntik-ridwan-kamil-jika-gak-ngerti-tanya-ahli?single=1

    https://www.kompas.tv/article/113028/dituduh-sandiwara-relawan-vaksin-oleh-akun-teluuur-ridwan-kamil-kalau-posting-pakai-ilmu?page=all

    http://sinergimsas.net/memahami-masing-masing-fungsi-tabung-vacutainer/

    Publish date : 2020-10-03

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.