Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban”
    Misleading Content

    [SALAH] “Peneliti, analis laboratorium, tidak ada yang terkena corona, perawat sedikit menjadi korban”

    Jane DoePublish date2020-10-02
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Andrezeko (fb.com/100008879261456) mengunggah klaim bahwa tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19 dan perawat yang terkena Covid-19 lebih sedit dibandingkan dokter.

    “5. Kenapa mereka yg “nguthek²” virus di laboratorium (peneliti, analis laboraorium), tidak ada yang terkena corona. Perawat sedikit menjadi ” korban.” Tetapi malah dokter yang justru paling jarang berinteraksi dng pasien katanya banyak korban ?” tulis Andrezeko di status yang diunggah pada 28 September 2020 tersebut.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19 dan perawat yang terkena Covid-19 lebih sedit dibandingkan dokter adalah klaim yang salah.

    Faktanya, menurut data Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, sebanyak 492 analis kesehatan terinfeksi Covid-19, di mana empat di antaranya meninggal. Jumlah perawat yang terinfeksi pun cukup besar. Di Jawa Timur saja, jumlahnya mencapai 550 orang. Adapun jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh Indonesia sudah menyentuh 77 orang.

    Dilansir dari Tempo, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, Widodo, analis kesehatan yang meninggal karena Covid-19 tersebut berasal dari empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Daerah Istimewa Aceh.

    Hal yang sama dialami oleh perawat, terutama perawat di Jawa Timur. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam, menyebut jumlah perawat di Jawa Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 550 orang per Juli 2020. Sementara jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19, per awal September, mencapai 77 orang.

    Dikutip dari BBC Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 115 dokter meninggal karena Covid-19 per 13 September 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 60 orang adalah dokter umum, 53 dokter spesialis, dan dua dokter residen.

    Berdasarkan catatan IDI, risiko yang menyebabkan kasus kematian akibat Covid-19 pada dokter selalu berulang. IDI menduga penyebabnya antara lain minimnya alat pelindung diri (APD), kurangnya skrining pasien di fasilitas kesehatan, kelelahan yang dialami oleh para tenaga medis karena jumlah pasien Covid-19 terus bertambah, jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/1037/fakta-atau-hoaks-benarkah-tak-ada-analis-laboratorium-yang-terkena-covid-19

    https://www.merdeka.com/peristiwa/492-analis-kesehatan-positif-covid-19-4-orang-meninggal-dunia.html

    https://regional.kompas.com/read/2020/07/21/16342491/550-perawat-jatim-terinfeksi-covid-19-tertinggi-di-indonesia-ini-5?page=all

    https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13718125/banyak-dokter-dan-perawat-meninggal-akibat-covid-19-ppni-kami-prihatin-dan-khawatir

    Publish date : 2020-10-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.