[SALAH] Biaya Tilang Terbaru di Indonesia

BIAYA tilang terbaru di Indonesia: Kapolri baru mantap 1. Tidak ada STNK Rp. 50,000 2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000 3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000 4. Penumpang tdk Helm Rp. 10,000 5. Tdk pake sabuk Rp. 20,000 6. Melanggar lampu lalin – Mobil Rp. 20,000 – Motor Rp. 10.000 7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000 8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000 9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000 10. Melanggar TNBK Rp. 50,000 11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000 12. Tdk miliki spion, klakson – Motor Rp. 50,000 – Mobil Rp. 50,000 13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000. Dicopy dari Mabes Polri Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!! 🚫 🚷 🚸 ⛔⚠🚥🚦 🚓🚧🎫💰 JANGAN MINTA DAMAI Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, “JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP” Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN. Dan “Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan” Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa “Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun” (Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar). INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu. Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar. Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini. Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini. WASPADALAH “Semoga bermanfaat” 🚓💨💨💨💨 BIAYA tilang terbaru di indonesia: Kapolri baru mantap 1. Tidak ada STNK Rp. 50,000 2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000 3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000 4. Penumpang tdk Helm Rp. 10,000 5. Tdk pake sabuk Rp. 20,000 6. Melanggar lampu lalin - Mobil Rp. 20,000 - Motor Rp. 10.000 7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000 8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000 9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000 10. Melanggar TNBK Rp. 50,000 11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000 12. Tdk miliki spion, klakson - Motor Rp. 50,000 - Mobil Rp. 50,000 13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000. Dicopy dari Mabes Polri Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!! 🚫 🚷 🚸 ⛔⚠🚥🚦 🚓🚧🎫💰 JANGAN MINTA DAMAI Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP" Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN. Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan" Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun" (Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar). INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu. Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar. Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini. Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini. WASPADALAH "Semoga bermanfaat" Request for fact check about BIAYA tilang terbaru di indonesia: KAPOLRI BARU MANTAB Sebagai berikut : 1. Tidak ada STNK Rp. 50, 000 2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000 3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000 4. Penumpang tdk Helm Rp. 10,000 5. Tdk pake sabuk Rp. 20,000 6. Melanggar lampu lalin - Mobil Rp. 20,000 - Motor Rp. 10.000 7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000 8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000 9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000 10. Melanggar TNBK Rp. 50,000 11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000 12. Tdk miliki spion, klakson - Motor Rp. 50,000 - Mobil Rp. 50,000 13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000. Dicopy dari Mabes Polri Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!! 🚫 🚷 🚸 ⛔⚠🚥🚦 🚓🚧🎫💰 JANGAN MINTA DAMAI. Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP" Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN. Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan" Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun" (Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar). INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu. Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar. Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini. Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini. "Semoga manfaat" 🚓🌹👍 IAYA tilang terbaru di indonesia: KAPOLRI BARU MANTAB Sebagai berikut : 1. Tidak ada STNK Rp. 50, 000 2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000 3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000 4. Penumpang tdk Helm Rp. 10,000 5. Tdk pake sabuk Rp. 20,000 6. Melanggar lampu lalin - Mobil Rp. 20,000 - Motor Rp. 10.000 7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000 8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000 9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000 10. Melanggar TNBK Rp. 50,000 11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000 12. Tdk miliki spion, klakson - Motor Rp. 50,000 - Mobil Rp. 50,000 13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000. Dicopy dari Mabes Polri Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!! 🚫 🚷 🚸 ⛔⚠🚥🚦 🚓🚧🎫💰 JANGAN MINTA DAMAI Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP" Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN. Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan" Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun" (Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar). INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu. Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar. Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini. Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini. "Semoga bermanfaat" 🚓💨💨💨💨

Melalui media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp, beredar informasi terkait biaya tilang terbaru di Indonesia. Dengan narasi yang cukup panjang, disebutkan sejumlah biaya tilang yang harus dibayarkan oleh para pelanggar lalu lintas. Pasca ditelusuri lebih lanjut, diketahui jika pesan serupa pernah tersebar di tahun-tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, pihak Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya dengan tegas menyatakan tidak benar alias hoaks. Melalui media sosial resmi Instagram @tmcpoldametro meminta masyarakat untuk pintar dan bijak menggunakan media sosial. Klarifikasi serupa juga dituturkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa. Melansir dari liputan6.com, Royke menyatakan tidak pernah memberikan instruksi seperti halnya yang tengah beredar. “Tulisan orang iseng tidak punya kerjaan. Tidak pernah ada instruksi itu,” ujar Royke.

Informasi tersebut palsu. Narasi yang sama pernah beredar di tahun 2018 dan 2019. Pihak kepolisian menyatakan bahwa informasi biaya tilang tersebut adalah palsu alias hoaks.

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4343625/cek-fakta-hoaks-pesan-berantai-biaya-tilang-beredar-lagi-di-aplikasi-percakapan

Publish date : 2020-08-31