Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] “Info kemkes 6 kota zona kuning corona”
    Fabricated Content

    [SALAH] “Info kemkes 6 kota zona kuning corona”

    Jane DoePublish date2020-02-29
    Share
    Facebook

    Berita

    “Info kemkes 6 kota zona kuning corona: Medan, Batam, Jkt, Sby, Bali dan Manado.

    Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling”.

    HASIL CEK FAKTA

    SUMBER membagikan pesan palsu, berdasarkan klarifikasi dari yang terkait TIDAK ADA himbauan dari Kemenkes.

    kumparan: “pesan itu dibantah oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono.

    “Kemenkes tidak pernah mengeluarkan zonasi kewaspadaan dan atau kedaruratan karena Covid-19,” kata Anung saat dihubungi, Jumat (28/2).

    Anung juga memastikan pihaknya juga tidak mengeluarkan imbauan khusus terhadap enam kota seperti yang tertulis dalam pesan berantai tersebut. Pihaknya mengeluarkan imbauan yang sama untuk seluruh wilayah di Indonesia.

    “Seluruh kota/kabupaten di Indonesia yang harus waspada,” ucap dia.”

    Medanbisnisdaily.com: “Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah membantah keras bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.

    “Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

    Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.

    Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.”

    OKEZONE.COM: “Anung pun mengimbau agar masyarakat mengikuti pemberitahuan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat. Terutama yang berkaitan dengan kejadian COVID- 19 ini.

    Dia juga menegaskan, masyarakat harus pintar saat mendapatkan informasi apapun terkait COVID-19. Apabila ragu, Anda dapat konfirmasi ke hotline Kementerian Kesehatan atau otoritas kesehatan setempat.

    “Jadilah orang pintar, mencerna pemberitaan. Selanjutnya hati-hati dalam membagi pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.”

    detikNews.com: “Alwi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan pesan tersebut. Dia meminta masyarakat mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah berita sebelum ikut menyebarkannya.

    “Kalau ada berita, jangan panik, tidak buru-buru di-share sebelum dicek kebenarannya, cari info yang benar dari saluran yang tepat, check and recheck,” jelas Alwi.”

    KESIMPULAN

    Kemenkes TIDAK PERNAH mengeluarkan himbauan seperti yang diedarkan di pesan berantai WhatsApp, masyarakat dihimbau untuk pintar dan hati-hati dalam mencerna dan membagikan informasi.

    Rujukan

    http://bit.ly/399vr3t

    http://bit.ly/397VNTq

    http://bit.ly/2TnST6h

    http://bit.ly/2wgOWIu

    Publish date : 2020-02-29

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.