[SALAH] “Mereka menyebutnya disinfeksi?”

“Mereka menyebutnya disinfeksi? Indonesia… kehabisan kata-kata.” (“They call it disinfection? Indonesia… no words.”).

SUMBER membagikan video warga negara Indonesia yang tiba dari Wuhan yang disemprot dengan cairan antiseptik. Narasi SUMBER telah menimbulkan kesimpulan yang salah mengenai proses penanganan yang lengkap sebagai bagian dari evakuasi. CNBC Indonesia: “Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menjelaskan kalau 7 orang WNI yang gagal pulang diantaranya 4 orang lebih memilih untuk tetap tinggal di Wuhan sedangkan tiga orang tidak lolos screening dari pemerintah China. Lebih lanjut, Terawan menyatakan pemerintah China telah melakukan screening terhadap semua WNI yang akan dievakuasi yang meliputi proses tiga tahapan.” TEMPO.CO: “Petugas medis menyemprot warga negara Indonesia dengan antiseptik setelah mereka tiba dari Wuhan, pusat epidemi koronavirus China, sebelum memindahkan mereka ke pangkalan militer Kepulauan Natuna untuk dikarantina, di Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, 2 Februari 202. Sebuah pesawat Indonesia yang membawa 243 warga negara tiba di Batam pada hari Minggu setelah dievakuasi dari Cina yang dilanda virus.” BBC: “Seorang pejabat Kemenkes menyatakan dia mengkhawatirkan kondisi psikologis lebih dari 240 orang WNI ketika mereka kembali ke lingkungan sekitar rumahnya, usai mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, selama dua pekan. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan beberapa mahasiswa Indonesia yang sudah dievakuasi mengaku takut ditolak lingkungan sekitar rumah lantaran dianggap sebagai penyebar penyakit.”

TIDAK hanya menyemprotkan antiseptik. Selain dikarantina selama 14 hari untuk observasi di pulau terpisah, mereka yang tidak lolos tes penyaringan di Wuhan TIDAK diperbolehkan berangkat.

http://bit.ly/2OoApRl http://bit.ly/2S8lgEU https://bbc.in/2RSefJv http://bit.ly/36P0X4B. http://bit.ly/3b6jEnW

Publish date : 2020-02-03