Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Presiden Joko Widodo Terlihat Memakai Pakaian Kaisar China
    False Context

    [SALAH] Presiden Joko Widodo Terlihat Memakai Pakaian Kaisar China

    Jane DoePublish date2020-08-17
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Facebook Capli Meerah Capli mengunggah foto Presiden Joko Widodo dengan narasi bahwa pakaian yang dipakai Presiden tersebut terlihat seperti pakaian kaisar China pada 14 Agustus 2020. Unggahan itu telah mendapatkan respon sebanyak 57 reaksi, 70 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 4 kali.

    Berikut kutipan narasinya:

    "Banyak yang kaget lihat foto ini, banyak juga yang memuja, emang hebat presidenku, out of the box, salah satu postingan.
    Entah kenapa, waktu kami melihat pertama kali, terlihat seperti pakaian Kaisar China. Mungkin karena kebanyakan nonton pilem silat.
    Jangan2 karena beda, kami kok lebih senaang melihat Presiden memakai baju jas rapi dengan kopiah, apalagi di hari kemerdekaan. Dalam keadaan prihatin akibat badai covid-19 kan lebih baik kita berdiri diatas bumi daripada ber-karnaval.
    Kecuali bagi rakyat yng butuh hiburan..."

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut berasal dari unggahan akun Instagram Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2020. Dalam narasi unggahan itu, disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo menghadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD di Senayan dengan memakai busana adat dari salah satu pulau terdepan di ujung selatan Indonesia. Dikutip dari portal berita Tirto, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas Sabu, Nusa Tenggara Timur.

    "Dengan mengenakan pakaian adat ini, Presiden Joko Widodo hendak mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia yang dikenal kaya akan seni kriya, tenun, serta kebudayaan Nusantara," ujar Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

    Dikutip dari portal berita Kompas, Sekretaris Pribadi Presiden, Anggit Noegroho mengatakan, beberapa pekan sebelum acara, Presiden Jokowi meminta tim sespri untuk menyiapkan pakaian adat yang akan dikenakan saat acara pidato tahunan di MPR/DPR. Setelah didiskusikan, akhirnya Presiden Jokowi memilih baju adat Sabu. Salah satu alasan dipilihnya baju adat Sabu Raijua, yakni melekatnya prinsip egaliter pada pakaian itu, sehingga semua kalangan, mulai dari rakyat kecil hingga bangsawan, dapat mengenakan pakaian adat itu dalam acara apapun.

    Sebagai tambahan, baju adat tersebut asli dari para perajin di Sabu. Dipilihnya warna dasar hitam dengan corak kuning keemasan sebagai perlambang Indonesia yang sedang berduka cita akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang merenggut ribuan korban jiwa, termasuk tenaga medis.

    KESIMPULAN

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Capli Meerah Capli dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah/False Context. Hal ini dikarenakan Presiden Joko Widodo memakai pakaian adat khas Sabu Raijua, bukan pakaian kaisar China.

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/08/17/salah-presiden-joko-widodo-terlihat-memakai-pakaian-kaisar-china/

    https://www.instagram.com/p/CD2vx7mhMqb/?igshid=fxjpqj2mh08k

    https://tirto.id/fXSz

    https://nasional.kompas.com/read/2020/08/16/08370761/cerita-di-balik-keputusan-jokowi-kenakan-baju-adat-sabu-raijua?page=all

    Publish date : 2020-08-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.