Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Jus Jahe dan Lada Hitam Mampu Sembuhkan Covid-19
    Misleading Content

    [SALAH] Jus Jahe dan Lada Hitam Mampu Sembuhkan Covid-19

    Jane DoePublish date2020-08-02
    Share
    Facebook

    Berita

    Pada awalnya seorang mahasiswa INDIAN dari universitas PONDICHERRY, bernama RAMU menemukan obat rumahan untuk Covid-19 yang untuk pertama kalinya diterima oleh WHO.

    – Dia membuktikan bahwa dengan menambahkan 1 sendok makan bubuk lada hitam ke 2 sendok madu dan beberapa jus jahe selama 5 hari berturut-turut akan menekan efek korona. Dan akhirnya hilang 100%

    – Seluruh dunia mulai menerima obat ini. Akhirnya berita baik di tahun 2020 !!

    TOLONG INFORMASI INI UNTUK SEMUA ANGGOTA KELUARGA DAN TEMAN ANDA.

    Saat Diterima

    HASIL CEK FAKTA

    Ramai beredar melalui media sosial Facebook terkait dengan klaim jus jahe dan lada hitam mampu mencegah dan menyembuhkan seseorang dari virus corona atau Covid-19. Disebutkan pula bahwa seseorang yang mengonsumsi ramuan tersebut selama lima hari berturut-turut, maka akan terhindar bahkan berangsur-angsur sembuh dari Covid-19.

    Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa klaim yang ramai dibagikan tersebut adalah tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari situs resmi who.int, dijelaskan bahwa klaim “jus jahe dan lada hitam sembuhkan covid-19” adalah tidak benar. WHO menyatakan bahwa menaburkan lada pada makanan tentu bisa menambah kenikmatan tersendiri, namun hal tersebut tidak dapat mencegah ataupun menyembuhkan Covid-19.

    Penelusuran fakta berlanjut dengan menggunakan kata kunci “ginger” di kolom pencarian who.int, penjelasan pun ditemukan pada kanal Q&A on coronaviruses (COVID-19). WHO menyatakan bahwa pihaknya tidak merekomendasikan penggunaan obat rumahan atau tradisional untuk mencegah ataupun mengobati Covid-19. Lebih dari itu, WHO juga tidak merekomendasikan pengobatan dilakukan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik sebagai bentuk pencegahan atau penyembuhan Covid-19.

    Senada dengan penjelasan WHO, bantahan juga dituturkan oleh Wakil Rektor Universitas Pondicherry, Gurmeet Singh. Melansir dari thelogicalindian.com, Gurmeet dengan tegas menyatakan bahwa informasi yang mengatasnamakan kampusnya tersebut adalah palsu.

    KESIMPULAN

    Informasi tersebut menyesatkan. WHO memberi bantahan terkait klaim lada mampu mencegah atau menyembuhkan Covid-19. Dinyatakan pula bahwa, WHO tidak merekomendasikan pengobatan rumahan atau tradisional untuk menangani Covid-19. Pihak Universitas Pondicherry yang dicatut juga turut serta memberi bantahan atas klaim yang beredar.

    Rujukan

    https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters?

    https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/q-a-coronaviruses

    https://thelogicalindian.com/fact-check/pondicherry-university-covid-19-black-pepper-ginger-honey-22303

    https://www.republicworld.com/fact-check/coronavirus/fact-check-did-a-student-from-pondicherry-make-covid-19-remedy.html

    https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/coronavirus-myth-vs-fact-whatsapp-forward-claiming-turmeric-and-black-pepper-home-remedy-to-cure-covid-19-is-fake/photostory/76995286.cms?picid=76995323

    https://web.facebook.com/rupmala.halder.7/posts/693382684578226

    http://archive.fo/bOuvz

    Publish date : 2020-08-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.