Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Virus Baru bernama SFTS dari China
    Misleading Content

    [SALAH] Virus Baru bernama SFTS dari China

    Jane DoePublish date2020-07-26
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar sebuah status dari akun Facebook Makmur Razaby dengan narasi tentang virus baru bernama SFTS dan terjadi di China. Postingan ini telah dipublikasikan pada tanggal 15 Juli 2020 dan telah mendapatkan 33 likes.

    Berikut kutipan narasinya:

    “SFTS virus baru dari yg terjadi di China. Akankah juga sampai kenegara kita.”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan dari penelusuran tentang virus tersebut, virus SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) atau disebut juga SFTSV sudah diidentifikasi pada tahun 2009 di China, Jepang, Korea Selatan. Kasus konfirmasi virus SFTS pertama kalinya terjadi di China pada tahun 2009 yang kemudian menyebar secara drastis pada 3 negara tersebut termasuk Amerika Serikat dan Mediteranian. Virus SFTS sendiri termasuk kedalam jenis bunyavirus dan penyebarannya melalui gigitan kutu spesies Haemaphysalis longicornis, dalam beberapa kasus dapat menular antar manusia melalui kontak darah dan mukus.

    Mengutip dari artikel thenativeantigencompany.com, gejala virus SFTS adalah demam tinggi, sakit pada bagian perut, mual, mialgia, penurunan drastis jumlah trombosit dan leukosit, peningkatan level enzim serum, dan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan kegagalan fungsi beberapa organ. Data WHO menunjukan bahwa tingkat kematian dalam range 16,2-30% dan perawatan lebih lanjut di rumah sakit diperlukan untuk orang tua dan pasien kelainan sistem imun.

    KESIMPULAN

    Melihat dari penjelasan tersebut, informasi virus baru STFS dari China tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/07/27/salah-virus-baru-bernama-sfts-dari-china/

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4306228/cek-fakta-tidak-benar-muncul-virus-baru-bernama-sfts-dari-china-setelah-covid-19

    https://thenativeantigencompany.com/severe-fever-with-thrombocytopenia-virus/

    https://wwwnc.cdc.gov/eid/article/25/5/18-1463_article

    Publish date : 2020-07-26

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.