Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “zodiak baru dari NASA_ Ophiuchus: 30 November – 17 Desember”
    Misleading Content

    [SALAH] “zodiak baru dari NASA_ Ophiuchus: 30 November – 17 Desember”

    Jane DoePublish date2020-07-25
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Poetrawansjah Sjabirin (fb.com/poetrawansjah.sjabirin) mengunggah sebuah gambar dengan narasi “zodiak baru dari NASA_”. Di gambar yang terdapat daftar zodiak itu, terdapat zodiak dengan nama “Ophiuchus”, yang ada di antara tanggal 30 November – 17 Desember.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP Indonesia, klaim bahwa NASA merilis zodiak baru yaitu “Ophiuchus”, yang ada di antara tanggal 30 November – 17 Desember adalah klaim yang salah.

    Melalui akun Twitternya, NASA membantah klaim itu. NASA menyatakan mereka belum merilis rasi bintang baru. NASA mempelajari astronomi, bukan astrologi. NASA tidak mengubah tanda zodiak. Klaim itu adalah hoaks yang telah dibagikan ribuan kali di media daring setidaknya sejak tahun 2011.

    “We see your comments about a zodiac story that re-emerges every few years. No, we did not change the zodiac.” atau yang jika diterjemahkan: “Kami melihat komentar Anda tentang kisah zodiak yang muncul kembali setiap beberapa tahun. Tidak, kami tidak mengubah zodiak.” tulis NASA.

    NASA sebelumnya telah mengklarifikasi kesimpangsiuran mengenai “Ophiuchus” di artikel blog bulan September 2016. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, klarifikasi itu berbunyi: “Di sini di NASA, kami mempelajari astronomi, bukan astrologi. Kami tidak mengubah tanda zodiak. Astronomi adalah studi ilmiah tentang segala sesuatu di luar angkasa. Astrologi, sementara itu, adalah sesuatu yang lain. Itu adalah keyakinan bahwa posisi bintang dan planet dapat memengaruhi hal ihwal manusia. Astrologi tidak dianggap sebagai sains.”

    NASA mengatakan orang-orang Babilonia memilih 12 rasi bintang di zodiak dan menetapkan setiap zodiak pada bulan tertentu dalam kalender 12 bulan mereka. “Menurut cerita kuno bangsa Babilonia sendiri, ada 13 rasi bintang di zodiak. Jadi mereka memilih satu, Ophiuchus, untuk keluar,” tambah NASA.

    Badan antariksa itu menjelaskan meskipun Ophiuchus dihilangkan oleh orang Babilonia demi “pencocokan yang rapi dengan kalender 12 bulan mereka”, bagaimanapun juga Ophiuchus selaras dengan matahari selama sekitar 18 hari setiap tahun.

    Misinformasi tentang zodiak ke-13 telah beredar online setidaknya sejak tahun 2011, seperti dilansir oleh BBC.

    KESIMPULAN

    Hoaks Lama Bersemi Kembali. NASA menyatakan mereka belum merilis rasi bintang baru. NASA mempelajari astronomi, bukan astrologi. NASA tidak mengubah tanda zodiak. Klaim itu adalah hoaks yang telah dibagikan ribuan kali di media daring setidaknya sejak tahun 2011.

    Rujukan

    https://periksafakta.afp.com/hoaks-lama-muncul-kembali-di-media-daring-tentang-nasa-yang-merilis-zodiak-ke-13-ophiuchus

    https://twitter.com/NASA/status/1283918088723935234

    https://spaceplace.nasa.gov/starfinder2/en/

    https://nasa.tumblr.com/post/150688852794/zodiac?linkId=94146490

    https://www.bbc.com/news/magazine-12207811

    Publish date : 2020-07-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.