Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Kutipan Kim Bok Dong Sebelum Dibunuh oleh Aktifis China
    Misleading Content

    [SALAH] Kutipan Kim Bok Dong Sebelum Dibunuh oleh Aktifis China

    Jane DoePublish date2020-07-25
    Share
    Facebook

    Berita

    “BILA NEGERI MU TAK INGIN HANCUR, JANGAN PERNAH KAU BERIKAN KEPERCAYAAN KEPADA SIAPAPUN BERMATA SIPIT YANG SUARA YANG SUARA BICARANYA KERAS, KARENA SETIAP UCAPANNYA ADALAH KEBOHONGAN DAN ISI FIKIRANNYA PENUH PENGKHIANATAN”, KIM BOK-DONG PAHLAWAN KOREA SEBELUM DIBUNUH AKTIFIS CHINA,” kutipan yang terdapat dalam foto seorang perempuan, diunggah oleh akun Facebook Tony Andhika atau @tony.andhika.1, Rabu (1/7).

    HASIL CEK FAKTA

    Akun Facebook Tony Andhika atau @tony.andhika.1 mengunggah sebuah foto perempuan yang di dalamnya terdapat kutipan bernada rasis dengan inti narasi bahwa jangan memberikan kepercayaan kepada mereka yang bermata sipit dan suaranya keras. Alasannya, setiap ucapan mereka adalah kebohongan dan isi pikirannya penuh pengkhianatan.

    Kutipan tersebut dikabarkan berasal dari pahlawan Korea, Kim Bok-dong sebelum dibunuh oleh aktifis China.

    Setelah melakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook Tony Andhika yang terdiri dari gambar dan kutipan adalah salah atau keliru.

    Sebelumnya, unggahan yang termasuk ke dalam hoaks yang dibagikan oleh akun Facebook Tony Andhika sudah diperiksa faktanya oleh situs turnbackhoax.id pada tahun 2017.

    Diketahui foto perempuan dalam unggahan akun Facebook Tony Andhika ialah Kim Bok-dong. “Kim Bok Dong adalah seorang wanita korea yang semasa perang dunia kedua dipaksa menjadi wanita penghibur bagi militer Jepang. Jadi, konflik yg dia alami adalah dengan Jepang, bukan dengan China, dan konflik yg dihadapi adalah kekerasan seksual, bukan masalah kekuasaan/kepemimpinan seperti yang ingin dikesankan oleh meme tersebut. Apalagi bangsa korea sendiri juga tergolong bergenetika mata sipit,” tulis turnbackhoax.id.

    Selain itu, Kim Bok-dong meninggal bukan karena dibunuh aktifis China atau sebelum hoaksnya muncul pada tahun 2017, tetapi Ia meninggal pada 28 Januari 2019 di Severance Hospital, Seoul, Korea Selatan.

    Dengan begitu, unggahan akun Facebook Tony Andhika menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan dengan arti penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

    KESIMPULAN

    Tidak ditemukan di pemberitaan media daring kutipan Kim Bok-dong yang bernada rasis, sebelum dirinya meninggal yang diunggah oleh akun Facebook Tony Andhika. Diketahui hoaks kutipan Kim Bok-dong tersebut pernah muncul di tahun 2017, sementara Ia meninggal pada Januari 2019.

    Rujukan

    https://archive.fo/FgarC 2.

    https://www.facebook.com/tony.andhika.1/posts/1346768612188476?_rdc=1&_rdr

    https://turnbackhoax.id/2017/04/15/hoax-hasut-beredar-meme-perempuan-korea-dibunuh-oleh-aktivis-cina

    https://news.wqcs.org/post/activist-and-former-sex-slave-kim-bok-dong-dies-92-still-fighting-reparations

    https://www.liputan6.com/global/read/3886378/kisah-eks-korban-budak-seks-jepang-melawan-hingga-ajal-menjemput

    Publish date : 2020-07-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.