Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Pemerintah Membagikan Kuota 10GB Gratis sebagai Insentif untuk Melawan COVID-19
    Misleading Content

    [SALAH] Pemerintah Membagikan Kuota 10GB Gratis sebagai Insentif untuk Melawan COVID-19

    Jane DoePublish date2020-05-05
    Share
    Facebook

    Berita

    Kuota 10GB Gratis untuk melawan virus covid-19*
    Meskipun kita diwajibkan untuk tetap dirumah tapi sangat penting untuk kita tetap berhubungan dengan kerabat maupun keluarga kita
    Maka dari itu pemerintah bekerja sama dengan seluruh provider diindonesia membagikan kuota sebesar 10GB agar kita semua tetap berkomunikasi.
    👇👇👇👇👇👇
    Untuk mendapatkan kuota sebesar 10GB silahkan klik tautan dibawah ini dan ikuti petunjuk selanjutnya
    https://www.dirumahaja.tec
    10 gb free

    Beredar pesan berantai melalui Whatsapp menyebutkan bahwa Pemerintah membagikan kuota 10 GB untuk seluruh jenis pengguna provider di Indonesia dalam kondisi pandemi COVID-19. Hal tersebut dilakukan Pemerintah sebagai insentif kepada masyarakat agar tetap dirumah dan saling berhubungan dengan kerabat maupun keluarga masing-masing.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Kuota 10GB Gratis untuk melawan virus covid-19
    Meskipun kita diwajibkan untuk tetap dirumah tapi sangat penting untuk kita tetap berhubungan dengan kerabat maupun keluarga kita
    Maka dari itu pemerintah bekerja sama dengan seluruh provider diindonesia membagikan kuota sebesar 10GB agar kita semua tetap berkomunikasi.
    Sebagai insentif dari pemerintah
    Baca selengkapnya Di
    https://www[dot]dirumahaja[dot]tech”
    Akibat corona pemerintah gratiskan internet
    "*Bersama Lawan COVID-19*.
    Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
    *Sebagai Insentif Pemerintah Gratiskan Akses Internet.*
    Baca Selengkapnya Di
    https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.sctv.asia/daftar"

    Bersama Lawan COVID-19.

    Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.

    Sebagai Insentif Pemerintah Akan Gratiskan Akses Internet.

    Baca Selengkapnya Di

    http://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.rcti.asia/daftar/

    *Bersama Lawan COVID-19*.
    Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
    *Sebagai Insentif Pemerintah Akan Gratiskan Akses Internet*.
    Baca Selengkapnya Di
    https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.rcti.asia/daftar

    "*Bersama Lawan COVID-19*.
    Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
    *Sebagai Insentif Pemerintah Akan Gratiskan Akses Internet*.
    Baca Selengkapnya Di
    https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.mnctv.club/daftar"

    *Bersama Lawan COVID-19*.
    Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
    *Sebagai Insentif Pemerintah Gratiskan Akses Internet*.
    Baca Selengkapnya Di
    https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.sctv.asia/daftar

    10 GB kuota gratis
    Bagi kuota

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran faktanya klaim tersebut salah. Dikutip melalui laman kumparan.com, menurut ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, pesan berantai WhatsApp tersebut jelas adalah hoaks. Pesan tersebut merupakan scam untuk mendapatkan keuntungan dari korban.

    "Ini scam. Tujuannya mendapatkan keuntungan dari tampilan iklan dengan iming-iming membohongi korbannya dengan kuota internet," kata Alfons kepada kumparanTECH, Senin (4/5).

    Senada dengan Alfons, ahli keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, juga menyebut pesan tersebut sebagai scam. Dia menyebut, meng-klik link dan menaruh data pribadi kita di tautan tersebut adalah tindakan yang sangat berbahaya. Menurut Pratama, pelaku tak hanya bertujuan mengambil keuntungan dari iklan. Dalam hal ini, pelaku juga berupaya untuk meretas korban melalui malware atau phising.

    Ditemukan juga pernyataan provider terkait pesan berantai tersebut pada laman tribunnews.com, Corporate Communication Telkomsel Jateng dan DIY, Wildan Adi Nugraha menegaskan informasi tersebut tidak benar alias hoaks

    "Sudah saya cek, tidak benar itu," ujar Wildan kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2020). Lebih lanjut Wildan mengungkapkan, pihaknya tidak akan meminta data para pengguna jika pun ada program tertentu.

    Sementara itu, pihak Indosat juga mengungkapkan jika informasi tersebut tidak benar. Cluster Sales Manager Indosat Solo-Sukoharjo, Irwan Merandoko mengungkapkan hingga saat ini tidak ada insentif pemerintah yang memberikan kuota cuma-cuma untuk seluruh pengguna seperti yang diinformasikan.

    "Kalau pun gratis 10 GB, itu untuk kampus yang bekerja sama dengan kami," ungkapnya kepada Tribunnews melalui sambungan telepon.

    Selain itu, pihaknya menyebut kuota gratis yang dihadirkan adalah kuota 30 GB dalam rangka belajar di rumah. "Semua pengguna Indosat bisa dapat 30 GB, namun hanya untuk aplikasi penunjang pendidikan saeperti Ruangguru, Quipper, maupun situs perguruan tinggi," ujarnya.

    Sementara itu, ketika ditelusuri lebih lanjut terhadap tautan yang ada di dalam pesan berantai WhatsApp, diketahui bahwa situs tersebut cmsnya adalah blogspot. Lalu, ditemukan pemilik akun blogspot tersebut dengan alamat dirumahaja[DOT]tech juga memiliki blogspot lain dengan alamat: cara100gbgratis [DOT]blogspot[DOT]com dan kuotaramadhan[DOT]tech.

    Perlu diketahui, untuk program resmi dari Pemerintah Indonesia pastinya akan menggunakan domain “go.id” dan tidak menggunakan domain “[dot]tech.”

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Whatsapp dapat masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    https://web.facebook.com/TurnBackHoax/posts/312347a4627705046

    https://kumparan.com/kumparantech/viral-di-whatsapp-pemerintah-beri-kuota-gratis-10-gb-ini-faktanya-1tLgjMHnPAA/full

    https://www.tribunnews.com/corona/2020/05/04/hoaks-kuota-10-gb-gratis-untuk-melawan-covid-19-sebagai-insentif-dari-pemerintah?page=3

    https://kamutau.nusantaratv.com/viral/asik-pemerintah-beri-kuota-internet-gratis-10-gb-tapi-hoaks

    https://www.mediajabar.com/khas/ini-fakta-sebenarnya-kuota-gartis-10-gb-dari-pemerintah-yang-viral-di-whatsapp.html

    https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/11/200100765/hati-hati-jangan-klik-link-pemerintah-berikan-internet-gratis-yang-menyebar?page=1

    Publish date : 2020-05-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.