Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Video Korban Begal di Terminal Bratang Surabaya
    Misleading Content

    [SALAH] Video Korban Begal di Terminal Bratang Surabaya

    Jane DoePublish date2020-04-23
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar postingan video yang diklaim sebagai korban pembegalan. Dalam narasi disebutkan lokasi terjadinya pembegalan ialah di terminal Bratang, Surabaya. Berikut kutipan narasinya:

    "“Korban begal .terminal bratang surabaya”

    HASIL CEK FAKTA

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut keliru. Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil menegaskan jika video tersebut adalah hoaks.

    Rekaman video itu bukanlah korban begal melainkan korban penganiayaan dan kini sudah ditangani polisi.

    Bahkan, kejadian dalam rekaman video itu terjadi satu minggu yang lalu, Senin (13/4/2020) dini hari.

    "Itu tidak benar, kejadian itu bukan begal, melainkan pengeroyokan. Tidak ada barang berharga korban yang hilang. Korban sudah melaporkan saat kejadian itu seminggu lalu. Dan sudah kami selidiki," kata Naufil, Selasa (21/4/2020).

    Hal serupa diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Imaculata Sherly Mayasari. Ia menyampaikan, video tersebut merupakan korban penganiayaan.

    “Itu videonya sudah sekitar satu minggu lalu. Bukan begal, tapi penganiayaan,” jelas Sherly.

    Sherly menegaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, korban tersebut bukan korban pembegalan. “Iya memang bukan begal. Info yang kami terima adalah penganiayaan,” tegasnya.

    Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita yang belum tentu ada kebenarannya. Terlebih isu soal aksi kriminal seperti itu. “Maka dari itu sebaiknya jangan dishare ke medsos kalau belum tentu jelas kebenarannya,” tandasnya.

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pada konten tersebut keliru. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1167488646917002/

    https://turnbackhoax.id/2020/04/23/salah-video-korban-begal-di-terminal-bratang-surabaya/

    https://jatim.tribunnews.com/2020/04/21/hoaks-video-viral-begal-kembali-beraksi-di-terminal-bratang-surabaya-begini-fakta-sebenarnya

    https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/04/21/190184/video-viral-diduga-dibegal-ternyata-korban-penganiayaan

    https://memorandum.co.id/video-viral-di-fb-korban-pembegalan-di-terminal-bratang-hoaks/

    Publish date : 2020-04-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.