Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “China memang bener” jahat mengirim baju” bundle pakaian bekas di pakai orang” Yg sudah mati akibat virus”
    Misleading Content

    [SALAH] “China memang bener” jahat mengirim baju” bundle pakaian bekas di pakai orang” Yg sudah mati akibat virus”

    Jane DoePublish date2020-04-04
    Share
    Facebook

    Berita

    Foto lama dan TIDAK ada kaitannya dengan wabah virus Corona COVID-19. Foto pakaian dalam kantong-kantong plastik tersebut ditemukan pertama kali di internet pada 5 September 2010, jauh sebelum mewabahnya virus Corona Covid-19 sejak Desember 2019 lalu.

    Akun Twitter sarang hamnida (twitter.com/kharimakharima1) mengunggah sebuah video dengan narasi :

    “Yaa Allah …China memang bener” jahat …mengirim baju” bundle pakaian bekas di pakai orang” Yg sudah mati akibat virus …jgn beli apa”pun barang dr China …”

    Video itu berisi foto pakaian dalam puluhan kantong plastik.

    HASIL CEK FAKTA

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto pakaian dalam kantong plastik dalam video itu adalah pakaian bekas dipakai orang-orang sudah meninggal akibat virus kiriman dari China adalah klaim yang salah.

    Foto pakaian dalam kantong-kantong plastik tersebut ditemukan pertama kali di internet pada 5 September 2010, jauh sebelum mewabahnya virus Corona Covid-19 sejak Desember 2019 lalu. Foto tersebut sering dipakai untuk menjadi ilustrasi oleh perusahaan-perusahaan penyedia pakaian bekas.

    Salah satunya oleh situs Department Store Liquidations, perusahaan penyedia pakaian bekas yang berpusat di Amerika Serikat. Perusahaan itu menyatakan bahwa mereka menyediakan berbagai jenis pakaian bekas, mulai dari kaos, kemeja, celana, rok, hingga gaun.

    Kemudian, pada 10 Juni 2016, Shree Impex, perusahaan penyedia pakaian bekas yang bermarkas di Gujarat, India, menggunakan foto itu dalam situs Eksportersindia.com. Situs ini merupakan situs jual-beli yang berbasis di India. Oleh Shree Impex, foto tersebut digunakan sebagai ilustrasi atas produk yang dijualnya, yakni pakaian bekas.

    Sementara itu, dikutip dari Huffpost, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan bahwa virus Corona Covid-19 biasanya tersebar melalui tetesan atau droplet ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk ketimbang melalui benda yang terkontaminasi. Namun, CDC mencatat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona Covid-19 dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan sebuah benda, termasuk pakaian.

    Menurut spesialis kesehatan masyarakat Carol Winner, pakaian dapat menahan droplet. Pakaian memang dapat mengering seiring waktu dan menonaktifkan virus. Namun, menurut dia, tidak berarti bahwa pengeringan tersebut terjadi dengan cepat.

    Meskipun begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa menerima paket dari Cina tidak akan membuat seseorang tertular virus Corona Covid-19. Berdasarkan analisa WHO, virus Corona tidak akan bertahan lama pada benda-benda, seperti paket.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/04/01/salah-china-memang-bener-jahat-mengirim-baju-bundle-pakaian-bekas-di-pakai-orang-yg-sudah-mati-akibat-virus/

    Publish date : 2020-04-04

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.