Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Jembatan Suramadu Bebas dari Aktivitas Orang dan Kendaraan (Ditutup)
    Fabricated Content

    [SALAH] Jembatan Suramadu Bebas dari Aktivitas Orang dan Kendaraan (Ditutup)

    Jane DoePublish date2020-03-31
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar di media sosial sebuah poster yang menggambarkan bahwa Jembatan Suramadu ditutup. Alhasil banyak masyarakat yang mempercayai akan beredarnya informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid tersebut. Yang padahal setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan bahwa tidak benar alias hoaks jika Jembatan Suramadu ditutup.

    NARASI:

    KAWASAN TERTIB PHYSICAL DISTANCING

    Bebas dari Segala Bentuk Aktivitas Orang dan Kendaraan Dalam Rangka Memutus Rantai Penyebaran VIRUS COVID-19 di Kota Surabaya

    JEMBATAN SURAMADU

    JUMAT, 27 MARET 2020, PUKUL: 19.00-23.00 WIB
    SABTU, 28 MARET 2020, PUKUL: 10.00-14.00 WIB 19.00-23.00 WIB
    MINGGU, 29 MARET 2020, PUKUL: 10.00-14.00 WIB

    HASIL CEK FAKTA

    PENJELASAN:

    Beredar sebuah himbauan perihal penutupan Jembatan Suramadu yang diakibatkan oleh virus corona atau Covid-19. Informasi tersebut beredar melalui media sosial dalam bentuk poster, yang menyatakan jika Jembatan Suramadu masuk ke dalam Kawasan Tertib Physical Distancing dan bebas dari segala bentuk aktivitas orang serta kendaraan.

    Akibat informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid tersebut, banyak masyarakat yang bahkan terkecoh. Tidak sedikit dari mereka yang mempercayai akan himbauan dari poster tersebut. Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa narasi dalam poster yang menyebut Jembatan Suramadu bebas dari segala bentuk aktivitas orang dan kendaraan adalah tidak benar alias hoaks.

    Melansir dari tribunnews.com, kepolisian setempat menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar adanya. Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menegaskan bahwa Jembatan Suramadu tetap dibuka. Seperti halnya yang diketahui bahwa Jembatan Suramadu merupakan akses utama penghubung Madura dan Pulau Jawa selain Pelabuhan Kamal.

    “Saya kira tidak betul, isu Jembatan Suramadu ditutup adalah hoaks,” jelas AKBP Rama.

    Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Andhika Mizaldi Lubis. Melansir dari matamaduranews.com, dijelaskan bahwa informasi tersebut tidak benar adanya. AKP Andhika menyatakn bahwa hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi seperti halnya yang tercantum dalam poster yang beredar tersebut.

    “Tidak benar itu mas jika mau ditutup. Belum ada informasi masuk pada kami perihal penutupan Jembatan Suramadu,” pungkasnya.

    ===

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/03/28/salah-jembatan-suramadu-ditutup/

    https://matamaduranews.com/physical-distancing-di-jembatan-suramadu-begini-penjelasan-kapolres-bangkalan/

    https://madura.tribunnews.com/2020/03/27/kabar-jembatan-suramadu-ditutup-karena-virus-corona-hoax-wargatelanjur-urungkan-niat-keluar-madura?page=2

    https://regamedianews.com/2020/03/27/kabar-jembatan-suramadu-di-tutup-karena-virus-corona-adalah-hoax/

    https://pojoksuramadu.com/viral-di-medsos-jembatan-suramadu-ditutup-ini-faktanya/

    https://web.facebook.com/search/top/?q=jembatan%20suramadu%20ditutup&epa=SEARCH_BOX

    Publish date : 2020-03-31

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.