Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Video “Sholat Jum’atan di China menjadi lautan manusia, orang Islam di Wuhan tidak Satupun yang kena virus corona”
    False Context

    [SALAH] Video “Sholat Jum’atan di China menjadi lautan manusia, orang Islam di Wuhan tidak Satupun yang kena virus corona”

    Jane DoePublish date2020-03-21
    Share
    Facebook

    Berita

    Bukan shalat Jum’at, tapi shalat Idul Fitri. Video itu sudah ada sejak tahun 2018. Jauh sebelum saat pertama kali virus Corona Covid19 pada Desember 2019. Selain itu, salah satu pasien Covid19 di Wuhan adalah Mr. Ye, seorang Muslim etnis Hui dari Provinsi Qinghai.

    Akun Anita Rahayu (fb.com/100032988960607) mengunggah sebuah video ke grup Manusia Merdeka (fb.com/groups/bebasberdaulat) dengan narasi sebagai berikut :

    “*SHOLAT JUM’ATAN DI CHINA* menjadi LAUTAN MANUSIA. Membuat Merinding Hati kita semua. Lebih 2 juta Orang komunis China masuk Islam. Karena Orang Islam di Wuhan tidak Satupun yang kena VIRUS CORONA. Mereka TAKJUB dengan Orang Islam. Akhirnya atas izin Allah SWT mereka Masuk Islam. Subhanallah, kita harus bangga menjadi umat Islam dan in syaa Alloh termasuk kedalam golongan nabi Muhammad yang sholeh dan sholehah, aamiin.”

    *SHOLAT JUM'ATAN DI CHINA* menjadi LAUTAN MANUSIA. Membuat Merinding Hati kita semua. Lebih 2 juta Orang komunis China masuk Islam. Karena Orang Islam di Wuhan tidak Satupun yang kena VIRUS CORONA. Mereka TAKJUB dengan Orang Islam. Akhirnya atas izin Allah SWT mereka Masuk Islam. Subhanallah, kita harus bangga menjadi umat Islam dan in syaa Alloh termasuk kedalam golongan nabi Muhammad yang sholeh dan sholehah, aamiin.😢😢😢

    HASIL CEK FAKTA

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah shalat Jum’at di China dan orang Islam di Wuhan tidak satupun kena virus Corona Covid19 adalah klaim yang salah.

    Kegiatan dalam video itu bukanlah shalat Jum’at, melainkan shalat Idul Fitri. Video itu sudah ada sejak tahun 2018. Jauh sebelum saat pertama kali virus Corona Covid19 pada Desember 2019.

    Selain itu, salah satu pasien Covid19 di Wuhan adalah Mr. Ye, seorang muslim dari Provinsi Qinghai.

    Berikut penjelasan lengkap periksa faktanya:

    1. Video
    Video itu sudah diunggah ke internet sejak tahun 2018. Tepatnya diunggah oleh kanal Youtube Hijau 19 pada 14 Juli 2018 dengan judul “Tumpah Ruah dan Rapih – Islam di China Shalat Idul Fitri di China”.


    Tidak ada keterangan waktu kapan video itu direkam. Namun dari salah satu adegan dalam video di menit ke 1:09, terdapat papan petunjuk jalan yang tertulis “Don Guan Muslim Grand Mosque” atau yang jika diterjemahkan menjadi “Masjid Besar Dongguan”.

    Masjid Dongguan ini adalah sebuah masjid di Xining, provinsi Qinghai, Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini selaras dengan tulisan “QinHai, XiNing” pada menit 0:41 video itu.

    Masjid ini dibangun pada abad ke-14 dan memiliki lengkungan putih warna-warni di sepanjang bagian luar gedung yang luas. Ia memiliki kubah hijau dan putih dan dua menara tinggi


    2. Pasien Covid-19
    Terkait klaim tidak adanya orang Islam di Wuhan yang terkena virus Corona Covid19, klaim ini tidak benar, karena ada salah satu pasien bernama Mr. Ye yang merupakan Muslim etnis Hui berasal dari Provinsi Qinghai dirawat di salah satu Rumah Sakit darurat di Wuhan.

    Pasien atas nama Mr. Ye ini muncul di video dokumenter berjudul “The lockdown: One month in Wuhan” yang diunggah oleh kanal Youtube CGTN pada 28 Februari 2020. Mr. Ye muncul di menit ke 18:20 di video itu.

    Narator video itu mengatakan, karena kemiripan baju pelindung, seorang pasien mengira reporter CGTN adalah dokter untuknya. Mr. Ye mengucapkan “terimakasih, Dokter” kepada reporter CGTN, yang menjawab bahwa dia bukanlah dokter, melainkan seorang reporter dan memberi tahu Mr. Ye agar berterimakasih kepada pada dokter di sana.

    Narator video kemudian mengatakan bahwa Mr. Ye adalah sorang Muslim yang berasal dari Provinsi Qinhai. Mr. Ye terinfeksi Covid-19 selama perjalanan ke Wuhan. Selanjutnya, Mr. Ye menjelaskan bahwa paramedis di rumah sakit itu setiap hari memberikan makanan halal padanya. Lalu Mr. Ye juga menyatakan bahwa ia tidak perlu membayar untuk makanan halal dan perawatan di rumah sakit itu.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/03/20/salah-video-sholat-jumatan-di-china-menjadi-lautan-manusia-orang-islam-di-wuhan-tidak-satupun-yang-kena-virus-corona/

    Publish date : 2020-03-21

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.