Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Daftar Minuman Kemasan yang Picu Penyakit Berbahaya
    CekFakta

    Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Daftar Minuman Kemasan yang Picu Penyakit Berbahaya

    Jane DoePublish date2026-10-14
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya. Pesan berantai itu banyak dibagikan lagi sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 12 Oktober 2026. Berikut isi pesan berantainya:
    "INFO dari RS FATMAWATI, RSCM, RS SILOAM & seluruh jajaran Rumah Sakit di Jkt. bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
    Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
    1. Extra Joss,
    2. M-150,
    3. Kopi Susu Gelas (Granita),
    4. Kiranti,
    5. Krating Daeng,
    6. Hemaviton,
    7. Neo Hemaviton,
    8. Marimas,
    9. Segar Sari shachet,
    10. Frutillo,
    11. Pop Ice,
    12. Segar Dingin Vit. C,
    13. Okky Jelly Drink,
    14. Inaco,
    15. Gatorade,
    16. Nabati,
    17. Adem Sari,
    18. Naturade Gold,
    19. Aqua Splash Fruit.
    Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
    Nara sumber :
    Dr. H. Ismuhadi, MPH
    Mohon dishare, sayangi keluarga Anda"
    Lalu benarkah pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya?
     

    HASIL CEK FAKTA


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan pesan berantai ini merupakan hoaks yang berulang. Informasi yang sama sudah beredar sejak tahun 2010.
    BPOM juga telah memberi bantahannya dalam rilis pers yang diunggah pada 12 Februari 2010.
    "Sehubungan dengan maraknya berita terkait dengan bahaya penggunaan Aspartam, Badan POM memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:
    1. Sehubungan dengan adanya berita yang menyebar melalui pesan singkat/sms (short message service) mengenai bahaya penggunaan Aspartam yang disebutkan bersumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan ini diberitahukan bahwa sesuai dengan informasi dari Sekretaris Eksekutif – IDI bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut.
    2. Aspartam dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commision (CAC) adalah Lembaga Internasional yang ditetapkan FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin terjadinya perdagangan yang jujur.
    3. Dalam pengaturan Codex disebutkan bahwa Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.
    4. Penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat digunakan dengan batas maksimum penggunaannya masing-masing.
    5. Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
    Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk dapat diketahui sebagaimana mestinya."
    Selain itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga membantah pernah mengeluarkan daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya seperti dalam pesan berantai.
    "Berita ini tidak pernah dikeluarkan oleh pihak IDI, namun masih saja banyak yang percaya akan berita tersebut. Setiap berita yang dikeluarkan oleh IDI harus ditandatangani oleh Ketua IDI dan pengurus organisasi besar IDI," ujar Ketua IDI saat itu, dr.Zaenal Abidin MHKes dilansir Detik.com.

    KESIMPULAN


    Pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya adalah hoaks.

    Rujukan

    https://www.pom.go.id/siaran-pers/press-release-badan-pengawas-obat-dan-makanan-republik-indonesia-tentang-bantahan-atas-berita-terkait-dengan-keamanan-aspartam

    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2183560/idi-sayangkan-namanya-dicatut-untuk-perang-bisnis-kasus-minuman-berbahaya

    https://jalahoaks.jakarta.go.id/detail/Hoaks-IDI-Keluarkan-List-Minuman-Kemasan-Penyebab-Kanker-Otak

    Publish date : 2026-10-14

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.