Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Susu Formula Mengandung Maltodekstrin, Berbahaya untuk Bayi
    Misleading Content

    [SALAH] Susu Formula Mengandung Maltodekstrin, Berbahaya untuk Bayi

    Jane DoePublish date2026-10-02
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun Instagram “m.favia_” pada Selasa (15/9/2026) yang menampilkan klaim jika kandungan maltodekstrin pada susu formula sangat berbahaya bagi bayi karena bisa sebabkan obesitas. Unggahan disertai narasi:

    “Nemu ini barusan! Beneran ikutan speechless liat grafiknya! Baru tau kalau Indeks Glikemik Maltodekstrin lebih tinggi dari gula pasir! Takut banget anak2 jadi obesitas 😭”

    Hingga Jumat (2/10/2026) unggahan ini telah mendapat lebih dari 200 tanda suka dan menuai hampir 200 komentar.

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran artikel mengenai maltodekstrin melalui Google dan menemukan artikel Okezone berjudul “Maltodextrin di Susu Formula Aman, Bukan Penyebab Diabetes atau Gagal Ginjal pada Anak” yang terbit Rabu (4/9/2024). Artikel tersebut memuat penjelasan pakar kesehatan mengenai keamanan maltodekstrin dalam susu formula.

    Doktor Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Rosyanne Kushardina, S.Gz., M.Si., menjelaskan bahwa maltodekstrin merupakan bahan tambahan pangan yang dinilai aman dan digunakan dalam berbagai produk pangan. Ia menegaskan bahwa keberadaan maltodekstrin tidak serta-merta menunjukkan kandungan gula suatu produk lebih tinggi. Kandungan gula dapat diperiksa melalui label kemasan.

    Dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik FKUI, dr. Yoga Devarea, Sp.A(K), menjelaskan bahwa maltodekstrin merupakan karbohidrat yang termasuk kelompok oligosakarida. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh, tetapi konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis dalam jangka panjang.

    Terkait isu gagal ginjal pada anak, dr. Yoga menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan konsumsi gula dari makanan. Gagal ginjal kronis pada anak dapat disebabkan oleh kelainan bawaan, sedangkan komplikasi akibat diabetes umumnya berkembang melalui proses jangka panjang.

    Maltodekstrin umumnya dibuat dari pati sumber karbohidrat, seperti jagung, serealia, dan umbi-umbian. Bahan ini juga digunakan sebagai pengganti laktosa dalam susu khusus bebas laktosa. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan kedua pakar tersebut, klaim bahwa maltodekstrin dalam susu pertumbuhan berbahaya dan menyebabkan gagal ginjal pada anak tidak didukung oleh penjelasan yang disampaikan dalam artikel tersebut.

    KESIMPULAN

    Faktanya, maltodekstrin merupakan bahan tambahan pangan yang dinilai aman dan kerap digunakan dalam produk susu, termasuk sebagai pengganti laktosa pada susu khusus bebas laktosa, serta tidak terbukti secara langsung menyebabkan gagal ginjal pada anak. Jadi, unggahan berisi klaim “susu formula mengandung maltodekstrin, berbahaya untuk bayi” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://justforkids.okezone.com/read/maltodextrin-di-susu-formula-aman-bukan-penyebab-diabetes-atau-gagal-ginjal-pada-anak-54tF8A

    Publish date : 2026-10-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.