Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! 18 gubernur ancam keluar dari NKRI
    CekFakta

    Hoaks! 18 gubernur ancam keluar dari NKRI

    Jane DoePublish date2026-09-30
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi 20 menit 55 detik menarasikan bahwa 18 gubernur melakukan pemberontakan dan mengancam memisahkan wilayahnya dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Unggahan tersebut juga menyebut Presiden Prabowo Subianto mengerahkan kekuatan penuh TNI untuk menghadapi para gubernur tersebut.

    Pada gambar sampul video, Prabowo terlihat berdiri di depan podium dengan barisan personel TNI di belakangnya.

    Gambar tersebut diberi tulisan “18 Gubernur Korup Berontak Ancam Keluar dari Indonesia”, “Presiden Prabowo Kerahkan Kekuatan Penuh TNI”, dan “Indonesia Bubar!? 18 Wilayah Pisah dari NKRI?”

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “18 GUBERNUR KORUP BERONTAK ANCAM KELUAR DARI INDONESIA

    PRESIDEN PRABOWO KERAHKAN KEKUATAN PENUH TNI

    INDONESIA BUBAR!? 18 WILAYAH PISAH DARI NKRI??”

    Namun, benarkah 18 gubernur mengancam keluar dari NKRI?



    HASIL CEK FAKTA

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak benar bahwa 18 gubernur memberontak atau mengancam memisahkan wilayahnya dari NKRI.

    Pernyataan 18 gubernur dalam video tersebut merujuk pada pertemuan para gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 7 Oktober 2025.

    Pertemuan tersebut membahas pengurangan TKD dan dampaknya terhadap kemampuan pemerintah daerah menjalankan program serta belanja daerah.

    Dilansir dari ANTARA, Gubernur Jambi sekaligus Ketua APPSI Al Haris menjelaskan bahwa penurunan TKD dapat berdampak pada kemampuan daerah untuk membayar tunjangan tambahan penghasilan, belanja operasional pegawai, serta kebutuhan lainnya.

    Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda juga menyampaikan bahwa para kepala daerah meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali besaran dana transfer yang diberikan kepada daerah.

    Isi transkrip video juga menunjukkan bahwa pembahasan mengenai 18 gubernur yang datang ke pemerintah pusat berkaitan dengan protes terhadap pemotongan TKD sekitar 29,3 persen.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Video tersebut kemudian mengaitkan pembahasan itu dengan seolah-olah Presiden Prabowo mengerahkan TNI untuk menghadapi para gubernur.

    Namun, tidak ditemukan informasi yang mendukung klaim bahwa Prabowo mengerahkan TNI karena protes 18 gubernur mengenai TKD dalam video tersebut.

    Dalam pernyataan yang dikutip pada bagian utama video, pembahasan Prabowo justru berfokus pada penggunaan anggaran daerah, efisiensi, kebocoran APBN dan APBD, serta tata kelola pemerintahan.

    Dengan demikian, narasi bahwa 18 gubernur memberontak dan mengancam keluar dari NKRI tidak benar.

    Klaim: 18 gubernur ancam keluar dari NKRI

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.youtube.com/watch?v=7_MKvmPE7hs

    Publish date : 2026-09-30

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.