Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Video aparat minta warung tutup karena berdekatan dengan Kopdes Merah Putih
    CekFakta

    Hoaks! Video aparat minta warung tutup karena berdekatan dengan Kopdes Merah Putih

    Jane DoePublish date2026-09-21
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan beberapa orang berseragam yang disebut sebagai personel TNI dan Polri.

    Dalam video tersebut, terlihat sejumlah petugas berada di sekitar seorang pemilik warung.

    Unggahan itu menarasikan bahwa aparat meminta pemilik toko menutup usahanya karena lokasi toko berdekatan dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    “Viral,,Pemilik toko disuruh tutup oleh aparat polisi dan TNI karena dekat dengan KOPDES merah putih”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah video tersebut menunjukkan pemilik toko didatangi TNI dan diminta menutup usahanya karena berdekatan dengan Kopdes?



    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan rekaman lama dan tidak berkaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih.

    Video serupa ditemukan dalam unggahan YouTube berjudul “VIRAL PETUGAS PPKM VS PENJUAL KOPI SAAT PENERTIBAN COVID19” yang diunggah pada 11 Juli 2021. Dalam video tersebut, terlihat petugas melakukan penertiban terhadap sebuah warung kopi di Bandar Lampung dalam masa pemberlakuan PPKM.

    Dalam rekaman itu, seorang pedagang warung kopi terlibat perdebatan dengan petugas. Pedagang tersebut meminta agar warungnya tetap dibuka karena menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anaknya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Peristiwa tersebut berkaitan dengan pelaksanaan PPKM Darurat di Bandar Lampung pada 2021 dan tidak berkaitan dengan program Koperasi Desa Merah Putih.

    Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, dilansir dari ANTARA, menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak akan menutup warung atau toko kelontong yang sudah ada di desa. Menurut Yandri, koperasi justru akan berkolaborasi dengan warung dan toko tersebut.

    Yandri menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran barang bersubsidi kepada masyarakat. Ia menyebut keberadaan koperasi diharapkan dapat membantu warung dan toko di desa serta mempermudah masyarakat memperoleh barang bersubsidi.

    Dengan demikian, video yang dinarasikan sebagai aksi aparat meminta pemilik toko menutup usahanya karena berdekatan dengan Kopdes Merah Putih merupakan disinformasi.

    Video tersebut sebenarnya merupakan rekaman penertiban warung kopi pada masa PPKM Darurat di Bandar Lampung pada 2021 dan tidak berkaitan dengan program Koperasi Desa Merah Putih.

    Klaim: Video pemilik toko didatangi TNI dan diminta tokonya tutup karena berdekatan dengan Kopdes

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Disinformasi/Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/918787997588221

    https://www.youtube.com/watch?v=T7UMijc_ddI

    Publish date : 2026-09-21

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.