Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Imbauan untuk Tidak Menampung Air Hujan karena Operasi Modifikasi Cuaca
    Fabricated Content

    [SALAH] Imbauan untuk Tidak Menampung Air Hujan karena Operasi Modifikasi Cuaca

    Jane DoePublish date2026-09-10
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar narasi [arsip] dari akun Facebook “Khanza Khulfi” pada Sabtu (5/9/2026) berisi klaim masyarakat dilarang menampung air hujan untuk keperluan memasak, mandi, hingga minum karena air hujan tersebut disebut berpotensi terkontaminasi bahan atau obat. Larangan tersebut dikaitkan dengan adanya proses pembenihan awan (cloud seeding). Unggahan disertai narasi:

    “Mohon perhatian bagi seluruh rakyat Indonesia.. 

    Jika tiba" Terjadi hujan agar tidak ❌ menampungnya 👇👇👇”

    Hingga Kamis (10/9/2026), unggahan telah mendapatkan 1 komentar dan telah dibagikan ulang 15 kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “larangan menampung air hujan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat ‘bmkg_kalbar’ yang dimuat Sabtu (5/9/2026).

    Dalam unggahannya, BMKG Kalimantan Barat menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan informasi mengenai larangan menampung air hujan seperti yang tercantum dalam poster tersebut. BMKG Kalbar juga menyebut terdapat kekeliruan informasi dalam poster yang perlu diluruskan.

    BMKG Kalbar menjelaskan bahwa proses penyemaian awan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan bahan seperti Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur. Bahan tersebut telah melalui berbagai kajian dan dinyatakan berada dalam ambang batas aman sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Pelaksanaan OMC di berbagai wilayah Indonesia juga telah dilakukan untuk mendukung penanggulangan bencana hidrometeorologi serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan demikian, BMKG Kalbar menegaskan bahwa OMC aman dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

    Meski demikian, BMKG Kalbar tetap mengimbau masyarakat yang hendak memanfaatkan air hujan untuk mengolahnya terlebih dahulu, misalnya dengan cara diendapkan atau disaring, sebelum digunakan.

    KESIMPULAN

    Faktanya, BMKG Kalimantan Barat menegaskan tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut dan menyebut poster yang beredar memuat kesalahan informasi. Dalam operasi modifikasi cuaca (OMC), bahan yang digunakan antara lain Natrium Klorida (NaCl) atau garam yang telah melalui kajian dan berada dalam ambang batas aman. Jadi, unggahan berisi klaim “imbauan untuk tidak menampung air hujan karena Operasi Modifikasi Cuaca” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/Dc2vu07GU6r/?utm_source=ig_embed&ig_rid=AowzsI6njVoO_eO3udLGKXt&img_index=1

    https://web.facebook.com/khanza.khulfi/posts/pfbid02cKxWER8VwxCBhccdwAzfqi3jFpkV1vTdHEo3Zda6eHTtqGsik7DQsjZv4JbSz2DUl

    https://archive.ph/vrsXO

    Publish date : 2026-09-10

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.