Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Keracunan MBG di Sidoarjo sebabkan 12 orang meninggal
    CekFakta

    Hoaks! Keracunan MBG di Sidoarjo sebabkan 12 orang meninggal

    Jane DoePublish date2026-09-04
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menarasikan bahwa 12 orang meninggal dunia akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur.

    Unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan layar yang memperlihatkan sejumlah ambulans berada di jalan.

    Sebagai informasi, keracunan MBG terjadi pada setidaknya ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (1/9/2026).

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “INFO TERUPDATE !!!

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    12 orang meninggal karena keracunan MBG di Sidoarjo”

    Namun, benarkah keracunan MBG di Sidoarjo menyebabkan 12 orang meninggal dunia?



    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran, kabar mengenai 12 orang meninggal dunia akibat keracunan MBG di Sidoarjo tidak benar.

    Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo melalui akun Instagram resminya telah membantah kabar tersebut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pihak pesantren menyatakan bahwa informasi mengenai adanya korban jiwa dan tuduhan bahwa makanan yang menyebabkan keracunan berasal dari dapur internal pesantren merupakan informasi bohong atau hoaks.

    Pihak pesantren juga meminta wali santri dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pada Kamis (3/9/2026), sebanyak 27 santri masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar Sidoarjo.

    "Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah pada Kamis (3/9), dilansir dari ANTARA.

    Sementara itu, seluruh santri yang sebelumnya dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo telah kembali ke rumah masing-masing.

    Berdasarkan data yang diperoleh ANTARA, sebanyak 644 santri Ponpes Manbaul Hikam mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah pada Selasa (1/9/2026).

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap operasional SPPG tersebut pada Rabu (2/9/2026).

    Dengan demikian, klaim bahwa 12 orang meninggal dunia akibat keracunan MBG di Sidoarjo adalah tidak benar.

    Klaim: Keracunan MBG di Sidoarjo sebabkan 12 orang meninggal

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://x.com/cocotedemit/status/2094781602564104680?s=48&t=qupncahYz6YRlPO0LPuMnQ

    https://www.instagram.com/mahikasidoarjo/p/DcxOSBhTTIo/

    Publish date : 2026-09-04

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.