Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Bayi di Jepara Meninggal Usai Imunisasi DPT
    Misleading Content

    [SALAH] Bayi di Jepara Meninggal Usai Imunisasi DPT

    Jane DoePublish date2026-09-02
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “Lhynaa Marlinaa” pada Minggu (23/8/2026) berisi klaim bayi berusia 2,5 bulan di Jepara dilaporkan meninggal dunia setelah menerima imunisasi DPT 1. Unggahan disertai narasi:

    “BAYI 2.5 DI JEPARA BULAN MENINGGAL DIDUGA AKIBAT IMUNISASI

    Bayi perempuan berusia 2,5 bulan di Desa Wanusobo, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, meninggal dunia setelah mendapat imunisasi DPT 1 di Posyandu Melati pada 12 Juni 2025.

    Sehari setelah imunisasi, bayi mengalami demam hingga 39 derajat Celsius dan pembengkakan pada paha bekas suntikan. Kondisinya sempat membaik, tetapi sekitar dua pekan kemudian bayi kembali mengalami muntah berulang, kejang, dehidrasi berat, dan infeksi.

    Bayi kemudian dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi, dehidrasi berat, kejang, dan kondisi syok sebelum akhirnya meninggal pada 29 Juni 2025.

    Keluarga menduga kematian tersebut berkaitan dengan imunisasi. Namun, dokter yang menangani bayi menegaskan bahwa sumber infeksi belum dapat dipastikan berasal dari imunisasi karena tak ada al*t untuk memastikan. Menurutnya, kematian terjadi akibat kombinasi sejumlah faktor, termasuk dehidrasi berat, demam tinggi, kejang, dan infeksi yang telah menyebar.”

    Hingga Rabu (31/8/2026), unggahan telah mendapatkan 1.800-an tanda suka, menuai 700-an komentar dan telah dibagikan ulang 2.300-an kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “bayi di Jepara meninggal usai imunisasi DPT” ke pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan suaramerdeka.com “Dinkes Jepara: Bayi 2,5 Bulan Meninggal Bukan karena Imunisasi” yang tayang Selasa (29/7/2026). 

    Dalam pemberitaan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Eko Cahyo Puspeno, menyampaikan bahwa kesimpulan mengenai penyebab kematian bayi diperoleh berdasarkan hasil investigasi Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI). Hasil investigasi tersebut menyimpulkan bahwa kematian bayi tidak berkaitan dengan imunisasi maupun kesalahan prosedur. Sebelumnya, Dinkes Jepara juga telah melakukan investigasi dengan mengumpulkan informasi dari masyarakat, klinik tempat bayi pertama kali dibawa, serta RS PKU Muhammadiyah Mayong tempat bayi menjalani perawatan.

    Investigasi juga mencakup penelusuran kronologi serta pemeriksaan fisik dan penunjang, termasuk hasil laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, bayi meninggal akibat sejumlah kondisi medis, di antaranya sepsis dan volume depletion. Tim investigasi juga menelusuri bayi lain yang menerima vaksin dari jenis yang sama dan menemukan bayi tersebut dalam kondisi baik.

    Sebagai informasi, imunisasi DPT merupakan vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa setelah imunisasi dapat muncul reaksi seperti demam, nyeri, atau pembengkakan di lokasi suntikan. Sementara itu, kondisi medis yang terjadi setelah imunisasi atau diduga berkaitan dengan imunisasi disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Oleh karena itu, setiap dugaan KIPI perlu melalui proses investigasi untuk mengetahui penyebab dan hubungan sebab-akibatnya.

    KESIMPULAN

    Faktanya, hasil pemeriksaan dokter, bayi meninggal akibat sejumlah kondisi medis, di antaranya sepsis dan volume depletion. Jadi, unggahan berisi klaim “bayi di Jepara meninggal usai imunisasi DPT” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/0715631244/dinkes-jepara-bayi-25-bulan-meninggal-bukan-karena-imunisasi

    https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2443/mengenal-penyakit-yang-dapat-dicegah-oleh-imunisasi-dpt

    https://ayosehat.kemkes.go.id/apa-itu-kipi

    https://web.facebook.com/lhynaamarlinaa/posts/pfbid0pxKJ8fy17SE7cHHTCmxMeXpdD9kayN9WtJzV6eD8Rgz454Xx7s2BDc22qpFZjodel

    https://archive.ph/wip/yis9l

    Publish date : 2026-09-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.