Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Efek Samping Vaksin DPT Daptacel Sengaja Disembunyikan
    Misleading Content

    [SALAH] Efek Samping Vaksin DPT Daptacel Sengaja Disembunyikan

    Jane DoePublish date2026-08-31
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Instagram “dr.michaeljp.mhad” pada Senin (3/8/2026) mengunggah foto [arsip] dengan narasi berikut:

    “Ini yang bahaya, ga dikasi tau hipotonik hiporesponsif (alias bayi boneka), seizure (kejang dengan/tanpa demam), collapse (pingsan), nangis 3-48 jam (5 menit aja, ortunya sakit kepala), GBS saraf mati pelan2

    Efek samping DPT merek Daptacel

    Ini yang ringan, yang dikasih tau merah, bengkak, demam”.

    Pengunggah juga menambahkan narasi berikut:

    “Sekedar informasi untuk ibu2 yang bingung kenapa anaknya kulitnya merah2, alergi, nangis rewel, GTM, bapil melulu..

    Apalagi ensefalopati.. infeksi bagian otak.. 

    Ini baru DPT doang.. yang lain masih banyak..

    Silahkan baca di https://www[dot]immunize[dot]org/official-guidance/fda/pkg-inserts/

    #vaksinlengkap #vaksinaman #efeksamping #imunisasilengkap #imunisasianaksekolah”.

    Hingga Senin (31/8/2026), unggahan tersebut telah disukai 884 akun dan menuai 156 komentar.

    HASIL CEK FAKTA

    Disadur dari artikel Periksa Fakta tirto.id

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim Riset Tirto melakukan reverse image untuk menemukan sumber asli pada unggahan slide pertama. Hasilnya, sumber asli tangkapan layar pada unggahan tersebut ditemukan berasal dari situs resmi U.S. Food and Drug Administration (FDA), tepatnya dokumen Package Insert atau lembar informasi produk untuk vaksin Daptacel produksi Sanofi Pasteur Inc. Dokumen ini merupakan Prescribing Information resmi yang dapat diunduh dan dibaca oleh siapa saja secara terbuka di kanal resmi FDA.

    Daptacel sendiri adalah vaksin kombinasi DTaP (Diphtheria, Tetanus, and acellular Pertussis) yang digunakan untuk mencegah tiga penyakit infeksi berbahaya pada anak: difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Vaksin ini memakai komponen pertusis aseluler yang dirancang untuk menekan efek samping seperti demam tinggi dibandingkan dengan vaksin DPT konvensional, dan diberikan dalam lima dosis sejak usia 2 bulan hingga booster pada usia 4–6 tahun.

    Tim Tirto menjelaskan bahwa bagian yang dikutip “dr.michaeljp.mhad” adalah poin 5.2 dokumen FDA tersebut, yaitu daftar kondisi yang perlu dipertimbangkan oleh tenaga medis sebelum memberi dosis pertusis berikutnya, bukan daftar efek samping yang pasti terjadi. Daftar kondisi tersebut salah satunya seperti yang ditulis pengunggah, yaitu hypotonic-hyporesponsive (HHE) yang dijelaskan sebagai kondisi kolaps atau menyerupai syok, menangis terus-menerus hingga lebih dari tiga jam, serta kejang dengan atau tanpa demam dalam tiga hari. Pencantuman sebuah kejadian dalam lembar informasi produk (termasuk HHE) tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat dengan vaksin. Informasi itu hanya digunakan tim medis untuk lebih berhati-hati, bukan bukti bahaya yang pasti terjadi pada semua anak yang diberi vaksin ini.

    Lebih lanjut, Tim Tirto juga menyampaikan bahwa informasi serupa juga bisa diakses di laman CDC

    KESIMPULAN

    Faktanya, dokumen sumber tangkapan layar bersifat terbuka untuk publik dan tidak ada yang disembunyikan. Daftar kondisi dalam dokumen, salah satunya HHE, adalah panduan kehati-hatian klinis, bukan bukti bahwa vaksin menyebabkan efek samping tersebut. Jadi, unggahan berisi klaim “efek samping vaksin DPT Daptacel sengaja disembunyikan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://tirto.id/tidak-benar-efek-samping-vaksin-dpt-daptacel-disembunyikan-hARE

    https://www.fda.gov/media/74035/download

    https://www.cdc.gov/vaccine-safety/vaccines/dtap-tdap.html

    https://www.webmd.com/drugs/dtap-diphtheria-tetanus-pertussis-vaccine#uses

    https://www.rxlist.com/daptacel-drug.htm

    https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/19227-diphtheriatetanus-toxoids-pertussis-vaccine-dtp-injection

    https://www.instagram.com/p/DbkaA-gD6i-/

    https://archive.ph/tnpNE

    Publish date : 2026-08-31

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.