Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Video Purbaya minta Prabowo agar koruptor dihukum mati
    CekFakta

    Hoaks! Video Purbaya minta Prabowo agar koruptor dihukum mati

    Jane DoePublish date2026-08-11
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan video yang memperlihatkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, seolah-olah menyatakan bahwa koruptor harus dihukum mati.

    Dalam video tersebut, Purbaya juga dinarasikan mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar hukuman mati diterapkan bagi pelaku korupsi serta seluruh asetnya dirampas.

    Berikut narasi yang disampaikan dalam video tersebut:

    “Hukuman mati harus diterapkan. Ini adalah saran saya kepada Bapak Presiden Bapak Prabowo Subianto. Koruptor mencuri miliaran, lalu dihukum ringan. Itu tidak adil. Saya pribadi berpendapat untuk kejahatan luar biasa, hukumannya juga harus luar biasa. Bahkan saya setuju, hukuman mati diterapkan, minimal asetnya dirampas habis. Jangan ada cerita keluar penjara masih kaya. Saya yakin rakyat juga mendukung.”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “Hukum yang pantas untuk para koruptor”

    Namun, benarkah video tersebut memperlihatkan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Presiden Prabowo menerapkan hukuman mati bagi koruptor?



    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Reverse Image, video tersebut serupa dengan unggahan KompasTV berjudul "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi berbicara mengenai persaingan global hingga singgung program MBG".

    Dalam video aslinya, Purbaya tidak pernah menyampaikan pernyataan mengenai usulan hukuman mati bagi koruptor kepada Presiden Prabowo.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, ANTARA memeriksa video tersebut menggunakan AI Detector Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara dalam video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI-generated voice).



    Gerakan bibir Purbaya dalam video juga tampak telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI lip-sync sehingga terlihat seolah-olah mengucapkan narasi yang beredar.

    Padahal, dalam video aslinya, Purbaya tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Purbaya Yudhi Sadewa meminta Presiden Prabowo menerapkan hukuman mati bagi koruptor adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil manipulasi yang menggunakan cuplikan video asli Purbaya, tetapi suaranya telah diubah menggunakan teknologi AI sehingga seolah-olah ia menyampaikan pernyataan tersebut.

    Klaim: Video Purbaya minta Prabowo agar koruptor dihukum mati

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/1039309265118261

    https://www.facebook.com/watch/?v=717205791359696

    Publish date : 2026-08-11

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.