Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Vaksin Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Pelari dan Pendaki
    Misleading Content

    [SALAH] Vaksin Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Pelari dan Pendaki

    Jane DoePublish date2026-08-03
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Threads “satzoutboy2026” pada Minggu (17/7/2026) mengunggah narasi [arsip] sebagai berikut:

    Lagi-lagi ada kasus serangan jantung sehingga pingsan dan MD. Kali ini akibat kelelahan mendaki gunung 😢 mohon jika sudah vaksin covid memakai jenis mRNA dan Adenovirus sering-sering cek EKG, ECG, fungsi liver dan fungsi ginjalnya dan konsultasi ke dokter spesialis terdekat 😢

    Hingga Senin (3/8/26), unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 120.000 kali, disukai lebih dari 1.000 akun, menuai 400-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 100 kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co

    Anggota Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, mengatakan efek samping vaksin Covid-19 memang pernah dilaporkan, seperti miokarditis pada vaksin mRNA dan gangguan pembekuan darah pada vaksin vektor adenovirus. Namun, efek tersebut umumnya muncul beberapa hari setelah vaksinasi, bukan bertahun-tahun kemudian. Klaim bahwa kematian pelari dan pendaki disebabkan vaksin tidak dapat dibenarkan tanpa pemeriksaan medis.

    Menurut Arif, kematian saat berolahraga dapat dipicu berbagai faktor, seperti penyakit jantung yang belum terdiagnosis, dehidrasi, heat stroke, gangguan elektrolit, atau kelelahan berat. Sementara pada pendaki, kondisi seperti kekurangan oksigen dan cuaca ekstrem juga dapat menjadi penyebab. Ia menegaskan bahwa orang yang telah pulih dari efek samping ringan vaksin tetap dapat beraktivitas dan berolahraga seperti biasa.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, menyampaikan penelitian menunjukkan aktivitas fisik tetap aman dilakukan setelah vaksinasi dan bahkan dapat membantu meningkatkan respons antibodi. Ia menambahkan, kematian saat berolahraga umumnya berkaitan dengan gangguan jantung, dehidrasi, atau kondisi lingkungan yang ekstrem, bukan karena vaksin Covid-19.

    KESIMPULAN

    Para ahli menjelaskan efek samping serius vaksin sangat jarang terjadi, umumnya muncul dalam beberapa hari setelah vaksinasi. Adapun penyebab kematian saat berolahraga atau mendaki harus dipastikan melalui pemeriksaan medis. Jadi, unggahan berisi klaim “vaksin covid-19 jadi penyebab kematian pelari dan pendaki” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-vaksin-covid-19-menyebabkan-pelari-dan-pendaki-tewas-2278434

    https://archive.ph/HouX0

    Publish date : 2026-08-03

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.