Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Memijat Jari Mampu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
    Misleading Content

    [SALAH] Memijat Jari Mampu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

    Jane DoePublish date2026-07-30
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun Facebook “Andi Mappilaloi” pada  Senin (11/5/2026) mengklaim cara menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat dengan dua gerakan pijat. Unggahan disertai narasi:

    “2 gerakan bila darah tinggi lagi naik.. jangan langsung minum obat yaa

    JADILAH DOKTER DAN OBAT BUAT DIRI ANDA SENDIRI”

    Hingga Kamis (30/7/2026), unggahan telah mendapatkan 11.300-an tanda suka, menuai 232 komentar dan telah dibagikan ulang lebih dari 1.900 kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Disadur dari artikel cek fakta tempo.co.

    Spesialis penyakit dalam Prof. dr Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa pijat dapat membantu menurunkan tekanan darah, tetapi tidak untuk semua kondisi. Pada kasus hipertensi berat, tekanan darah harus segera ditangani dengan pengobatan medis karena berisiko menimbulkan komplikasi serius.

    Menurut Zubairi, pijatan pada punggung dan leher bagian belakang dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan mengurangi ketegangan otot serta meredakan stres. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pijat memberikan manfaat dalam penurunan tekanan darah, meski efeknya bersifat terbatas.

    Pijat bekerja sebagai terapi pelengkap melalui efek relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol. Namun pijat tidak dapat menggantikan obat antihipertensi atau perawatan medis. 

    Sejalan dengan itu, American Heart Association (AHA) menjelaskan bahwa pijat hanya berperan sebagai terapi pelengkap dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis. 

    Untuk membantu mengendalikan tekanan darah, penderita hipertensi juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok dan mengelola stres.

    KESIMPULAN

    Faktanya, pijat hanya berfungsi sebagai terapi pelengkap dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis, terutama pada kasus hipertensi berat. Jadi, unggahan berisi klaim “memijat jari mampu turunkan tekanan darah tinggi” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-metode-pijat-untuk-menurunkan-darah-tinggi-2277973

    https://web.facebook.com/reel/1200945612025746

    https://web.archive.org/web/20260726085301/

    https://www.facebook.com/reel/1200945612025746

    Publish date : 2026-07-30

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.