Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video berdurasi 21 detik di Facebook menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah sedang menyampaikan pernyataan mengenai korupsi dana desa.
Dalam video tersebut, Purbaya disebut mengatakan bahwa kepala desa yang mengorupsi dana desa akan ditindak.
Berikut isi percakapan dalam video tersebut:
“Kalau desa miskin tapi kepala desanya kaya berarti ada yang salah, ketika dana desa di korupsi, jalan rusak dibiarkan, bantuan dipotong, rakyat dibohongi. Saya pastikan kepala desa yang main uang rakyat akan kami tindak. Tidak ada alasan, tidak ada pembenaran.”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Ketika dana Desa dikorupsi bantuan pemerintah di potong jalan rusak di biarkan rakyat di bohongi saya pastikan akan di tindak”
Namun, benarkah video tersebut memperlihatkan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan tentang korupsi dana desa?
Dalam video tersebut, Purbaya disebut mengatakan bahwa kepala desa yang mengorupsi dana desa akan ditindak.
Berikut isi percakapan dalam video tersebut:
“Kalau desa miskin tapi kepala desanya kaya berarti ada yang salah, ketika dana desa di korupsi, jalan rusak dibiarkan, bantuan dipotong, rakyat dibohongi. Saya pastikan kepala desa yang main uang rakyat akan kami tindak. Tidak ada alasan, tidak ada pembenaran.”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Ketika dana Desa dikorupsi bantuan pemerintah di potong jalan rusak di biarkan rakyat di bohongi saya pastikan akan di tindak”
Namun, benarkah video tersebut memperlihatkan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan tentang korupsi dana desa?
HASIL CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan hasil manipulasi. Rekaman aslinya berasal dari unggahan akun TikTok resmi Purbaya Yudhi Sadewa pada November 2025, saat ia melakukan kunjungan kerja ke Surabaya untuk menghadiri Dies Natalis Universitas Airlangga serta sejumlah agenda lainnya di Jawa Timur.
Video asli kemudian dipotong dan dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sehingga seolah-olah Purbaya menyampaikan pernyataan mengenai korupsi dana desa.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANTARA juga menggunakan AI Detector Hive Moderation untuk memeriksa video tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara dalam video memiliki probabilitas 99,2 persen merupakan hasil AI (AI-generated speech), sedangkan 45,3 persen konten videonya terdeteksi sebagai hasil rekayasa AI.
Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan mengenai korupsi dana desa dalam video tersebut adalah hoaks.
Klaim: Video Purbaya sebut dana desa di korupsi
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Video asli kemudian dipotong dan dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sehingga seolah-olah Purbaya menyampaikan pernyataan mengenai korupsi dana desa.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ANTARA juga menggunakan AI Detector Hive Moderation untuk memeriksa video tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara dalam video memiliki probabilitas 99,2 persen merupakan hasil AI (AI-generated speech), sedangkan 45,3 persen konten videonya terdeteksi sebagai hasil rekayasa AI.
Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan mengenai korupsi dana desa dalam video tersebut adalah hoaks.
Klaim: Video Purbaya sebut dana desa di korupsi
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
KESIMPULAN
Rujukan
https://www.facebook.com/reel/1016238157792733
https://www.tiktok.com/@purbayayudhis/video/7570982665344519445
Publish date : 2026-07-17

