Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Gunung Api Bawah Laut di AS dan Jepang Bakal Meletus Bersamaan
    Fabricated Content

    [SALAH] Gunung Api Bawah Laut di AS dan Jepang Bakal Meletus Bersamaan

    Jane DoePublish date2026-07-13
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “hattafgenz.force” pada Sabtu (27/6/2026). Unggahan disertai narasi :

    “Sebentar Lagi Jepang Musnah., Ada 557 KM Luas Gunung Api Dalam Laut JEPANG Siap Meletus,,,

    Dalam Waktu Bersamaamalifah.7 Gunung Api Dalam Laut AS Seluas 600 KM & Di Jepang 557 KM Meletus Bersamaan.”

    Hingga Senin (13/7/2026) unggahan telah mendapatkan 4.400-an tanda suka, menuai hampir 500 komentar dan telah dibagikan ulang lebih dari 900 kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

    Ahli Vulkanologi Universitas Brawijaya, Sukir Maryanto, menjelaskan bahwa kemungkinan letusan gunung api yang berjauhan saling memicu sangat kecil. Menurutnya, bahkan gunung api yang letaknya berdekatan pun belum tentu saling mempengaruhi, kecuali berada dalam satu sistem gunung api yang sama. 

    Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan United States Geological Survey (USGS). Lembaga ilmiah pemerintah Amerika Serikat (AS) itu menyatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa letusan di satu gunung api dapat memicu letusan gunung api lain yang berada ratusan kilometer jauhnya atau bahkan di benua yang berbeda. 

    Berdasarkan catatan ilmiah, letusan yang terjadi secara bersamaan hanya pernah diamati pada gunung api atau lubang vulkanik yang berjarak sangat dekat, umumnya dalam radius sekitar 10 km. Meski demikian, hubungan sebab-akibat di antara kedua letusan tersebut pun masih sulit dipastikan.

    Aktivitas vulkanik memang banyak terjadi di kawasan batas lempeng tektonik, seperti Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang membentang melewati Jepang, Indonesia, Filipina, Tonga, hingga pantai barat Amerika Utara dan Pegunungan Andes. Karena berada di kawasan tersebut, aktivitas gunung api di Jepang tergolong tinggi dan terus dipantau secara ketat oleh Japan Meteorological Agency (JMA). Meski beberapa gunung api berstatus Level 2 dan Level 3, JMA tidak mengeluarkan peringatan mengenai letusan besar yang mengancam keberlangsungan negara tersebut. 

    Sementara itu, foto yang digunakan dalam unggahan  bukan berasal dari Jepang maupun AS, melainkan dokumentasi letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Desember 2018. Foto tersebut diambil oleh fotografer Reuters, Muhammad Adimaja, dari Kapal Patroli TNI AL KRI Torani 860 saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. 

    Selain itu, tidak ditemukan dokumen ilmiah maupun laporan resmi yang membenarkan klaim mengenai keberadaan gunung api bawah laut seluas 557 km di Jepang. Hingga kini, USGS hanya melaporkan sejumlah gunung api di AS yang masih dipantau status aktivitasnya, seperti Great Sitkin berstatus Siaga, serta Kilauea, Shishaldin, dan Kupreanof yang berstatus Waspada. Tidak ada peringatan resmi mengenai potensi letusan bersamaan antara gunung api di AS dan Jepang. 

    KESIMPULAN

    Ahli vulkanologi dan United States Geological Survey menyatakan tidak ada bukti bahwa letusan gunung api yang berjauhan dapat saling memicu. Jadi, unggahan berisi klaim “gunung api bawa laut di AS dan Jepang bakal meletus bersamaan” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-gunung-api-bawah-laut-di-amerika-dan-jepang-akan-meletus-bersamaan-2272741

    https://www.tiktok.com/@hattafgenz.force/video/7655719221413842194?_r=1

    https://archive.ph/DBhkf

    Publish date : 2026-07-13

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.