Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Indonesia Alami Cuaca Panas Ekstrem Tiap 60 Tahun Sekali
    CekFakta

    Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Indonesia Alami Cuaca Panas Ekstrem Tiap 60 Tahun Sekali

    Jane DoePublish date2026-07-08
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia. Pesan berantai itu banyak dibagikan sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Juli 2026.
    Berikut isi pesan berantainya:
    "*‼️‼️‼️ Pengumuman Penting:*
    *Para ahli meteorologi memperingatkan akan adanya periode cuaca yang sangat panas dan lembap yang terjadi sekali dalam 60 tahun tahun ini!*
    *Selain itu, musim panas tahun ini akan berlangsung selama 40 hari. Oleh karena itu, kita harus bersiap menghadapi panas ekstrem yang melebihi 40°C dan mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan panas!*
    *Harap diingat:*
    Tidak peduli seberapa panasnya,selalu minumlah air bersih dan hangat.
    *Minumlah perlahan, satu teguk demi satu teguk. Hindari sama sekali minum air dingin atau air es!*
    *Para dokter mengatakan: Ketika suhu mencapai 40°C, jangan pernah minum air yang sangat dingin atau air es!*
    *Minum air dingin atau air es dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah atau meledak!*
    *Ini penting, jadi saya akan mengatakannya tiga kali: Minum teh dingin, air dingin, air es, atau minuman dingin di tengah teriknya musim panas dapat mengancam jiwa! Seorang teman saya yang berprofesi sebagai dokter pulang dari luar rumah dengan tubuh basah kuyup oleh keringat. Karena ingin segera mendinginkan badan, ia langsung mencuci kakinya dengan air dingin. *Tiba-tiba, penglihatannya kabur dan ia tidak bisa melihat! Ia dilarikan ke rumah sakit tetapi meninggal dunia.
    Saat suhu mencapai 38°C atau lebih tinggi, setelah pulang dari luar rumah, istirahatlah terlebih dahulu.
    Jangan berdiri langsung di bawah AC.
    Dan jangan sekali-kali minum air dingin atau air es.
    Jangan mandi air dingin, dan jangan langsung mencuci tangan, kaki, atau rambut dengan air dingin!
    Jangan mencuci atau membasahi kulit yang telah terpapar sinar matahari langsung!
    Tunggu setidaknya 30 menit sebelum mandi! Anda bisa minum air garam hangat atau air hangat, tetapi minumlah perlahan, jangan langsung menenggak!
    Saya ulangi: Setelah pulang dari hari yang panas, jangan sekali-kali langsung menyalakan AC atau mandi air dingin untuk mendinginkan badan. Langsung menyalakan AC atau mandi air dingin sangat mungkin menyebabkan stroke!
    Di musim panas, mohon hindari minum air dingin atau air es! Hal itu dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan stroke atau bahkan kematian!
    Semoga semua orang menikmati musim panas yang aman dan menyenangkan!"
    Akun itu menambahkan narasi "Penting, mohon dibaca sampai selesai"
    Lalu benarkah postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia?
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mereka menjelaskan pesan berantai tersebut merupakan imbauan yang tidak berdasar.
    "BMKG tidak pernah menggunakan istilah seperti "cuaca sekali 60 tahun" dalam prakiraan cuaca maupun iklim. Kondisi atmosfer dipantau secara terus-menerus melalui jaringan pengamatan dan dianalisis menggunakan metode ilmiah, sehingga setiap informasi yang disampaikan didasarkan pada hasil observasi dan analisis, bukan pada klaim yang beredar di media sosial," bunyi pernyataan dalam laman resmi BMKG.go.id.
    BMKG juga menjelaskan Indonesia beriklim tropis dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Cuaca yang terasa lebih panas bukan berarti Indonesia sedang memasuki musim panas (summer) seperti di negara-negara subtropis.
    Terkait larangan meminum air dingin yang dapat menyebabkan stroke, Tim Cek Fakta Liputan6.com menghubungi dr. Muhamad Fajri Adda'i, Sp.J.P. Ia menjelaskan  tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan stroke itu disebabkan suhu panas lalu meminum air dingin.
    "Enggak ada. Stroke ada dua jenisnya pendarahan atau stroke pembukaan darah, kedua stroke ini prosesnya jauh-jauh hari, setahun-dua tahun prosesnya," kata Fajri saat berbincang dengan Liputan6.com.
    Menurutnya, untuk mengatasi cucanya panas memang harus minum air agar terhindar dari dehidrasi, namun tidak ada saran yang menyatakan harus minum air panas.
    "Tidak ada yang menyarankan untuk mengatasi suhu panas minum air hangat, enggak ada, biasa saja, tapi bahwa harus minum iya mencukupkan dehidrasi tubuh kita betul," ujarnya.

    HASIL CEK FAKTA

    KESIMPULAN


    Postingan berantai yang mengklaim adanya periode cuaca panas ekstrem yang muncul setiap 60 tahun di Indonesia adalah hoaks.

    Rujukan

    https://gaw-bariri.bmkg.go.id/publikasi/artikel/503-hoaks-indonesia-akan-dilanda-heatwave-selama-40-hari

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5598114/cek-fakta-tidak-benar-stroke-dipicu-minum-air-dingin-saat-gelombang-panas-melanda-indonesia

    Publish date : 2026-07-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.