Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Indonesia tolak Timor Leste untuk kembali jadi bagian RI
    CekFakta

    Hoaks! Indonesia tolak Timor Leste untuk kembali jadi bagian RI

    Jane DoePublish date2026-06-22
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube mengklaim bahwa Timor Leste mengajukan permohonan untuk kembali menjadi bagian dari Republik Indonesia, tetapi pemerintah Indonesia menolak permintaan tersebut.

    Unggahan itu juga menarasikan bahwa Indonesia tidak bersedia menerima kembali Timor Leste karena dianggap pernah memisahkan diri melalui referendum yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 30 Agustus 1999.

    Berikut narasi judul unggahan video tersebut:

    “INDONESIA TOLAK KERAS PERMOHONAN TIMOR LESTE KEMBALI KE INDONESIA TEGASKAN TAK TERIMA PENGHIANAT!”

    Namun, benarkah Timor Leste meminta kembali bergabung dengan Indonesia dan permintaan tersebut ditolak oleh pemerintah Indonesia?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah Timor Leste yang menyatakan keinginan untuk kembali menjadi bagian dari Republik Indonesia. Selain itu, tidak ada pula pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia yang membahas atau menolak permohonan tersebut.

    Hasil pemeriksaan terhadap video berdurasi 17 menit 35 detik itu menunjukkan bahwa isi video tidak memuat bukti ataupun pernyataan resmi yang mendukung klaim pada judul.

    Video tersebut lebih banyak membahas hubungan ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste, ketergantungan impor barang dari Indonesia, proyek infrastruktur yang melibatkan Indonesia, kondisi ekonomi Timor Leste, serta sejarah pemisahan Timor Timur dari Indonesia.

    Tidak ditemukan kutipan dari pejabat pemerintah Timor Leste maupun Indonesia yang menyatakan adanya permohonan untuk bergabung kembali dengan Indonesia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim dalam video hanya berupa opini, spekulasi, dan interpretasi pembuat konten yang tidak didukung fakta atau sumber resmi.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Timor Leste meminta kembali bergabung dengan Indonesia dan ditolak oleh pemerintah Indonesia adalah informasi yang tidak berdasar.

    Klaim: Indonesia tolak Timor Leste untuk kembali jadi bagian RI

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.youtube.com/watch?v=1dlMw8vEays

    Publish date : 2026-06-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.