Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya Threads. Akun itu mempostingnya pada 14 Juni 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel berjudul:
"Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?"
Akun itu menambahkan narasi:
"Uang pajakmu yang semakin mencekik itu, selain dikorupsi juga buat menggaji orang-orang kualitas rendahan seperti ini".
Lalu benarkah postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM. Dia menjelaskan postingan tersebut tidak benar.
"Ini hoaks, saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti ini. Ada pihak yang dengan sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoaks, nama medianya juga ditulis dengan salah, Kompos.corn," ujar Anggia saat dihubungi Senin (15/6/2026).
"Semoga masyarakat bisa lebih cerdas dan lebih bijak menyerap informasi yang beredar di media sosial. Dan tentunya penyebar fitnah dan hoaks ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, karena sudah menyebarkan berita bohong serta memprovokasi kemarahan publik," katanya menegaskan.
Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan Google Images. Hasilnya ada artikel yang ditulis Kompas.com dengan foto yang sama namun dengan judul yang berbeda.
Artikel itu diunggah Kompas.com pada 11 Juni 2026 dengan judul, "Pertamax Jadi Rp 16.250 Per Liter, ESDM: Itu Masih di Bawah Harga Keekonomian".
HASIL CEK FAKTA
KESIMPULAN
Postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga adalah hoaks.
Rujukan
Publish date : 2026-06-15

