Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] China Menunggu Kekacauan Indonesia, Bila Indonesia Sudah Kacau, China Akan Masuk Ke Indonesia Dengan Alasan Mengamankan Harta Mereka
    Misleading Content

    [SALAH] China Menunggu Kekacauan Indonesia, Bila Indonesia Sudah Kacau, China Akan Masuk Ke Indonesia Dengan Alasan Mengamankan Harta Mereka

    Jane DoePublish date2019-12-31
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar konten dari akun Twitter @TanYoana yang menyebutkan bahwa China tengah menunggu kekacauan di Indonesia agar dapat mengamankan harta yang berasal dari peminjaman ke Indonesia. Bersama narasi itu disertakan pula link berita dengan judul “Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang” dari laman idtoday.co. Konten tersebut kemudian disebarkan lagi dalam platform Facebook dengan rupa tangkapan layar dari akun Twitter @TanYoana. Berikut kutipan narasinya:

    China Menunggu Kekacauan Indonesia, Bila Indonesia Sudah Kacau, China Akan Masuk Ke Indonesia Dengan Alasan : Mengamankan Harta Mereka Yang Di Pinjamkan Untuk Indonesia ????
    #AYT

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa konten narasi akun @TanYoana tidak berkaitan dengan isi pemberitaan yang dibagikannya. Artikel berjudul “Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang” dari idtoday.co diketahui berasal dari laman detik.com dengan judul yang sama.

    Pada pemberitaan pada artikel yang tayang pada 13 Desember 2019 di detik.com itu tidak seperti narasi yang disampaikan akun @TanYoana. Artikel itu justru menampilkan hasil wawancara dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, yang membahas mengenai bantahan terkait isu China akan menguasai aset di Indonesia melalui utang-utang pemberian negara tersebut. Berikut kutipan pemberitaannya dari detik.com:

    […] Dubes Buka-bukaan Soal Kabar China Mau Kuasai RI Lewat Utang

    Jakarta - China adalah salah satu negara pemberi utang ke Indonesia lewat sejumlah pembiayaan khususnya untuk infrastruktur. Ada anggapan dan kekhawatiran bahwa China bisa menguasai aset Indonesia lewat utang-utang tersebut.

    Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian membantah. Menurutnya, anggapan tersebut tidak berdasar dan tak masuk akal. Xiao sadar bahwa belakangan ini ada opini yang melihat kerja sama tersebut dari sudut pandang negatif.

    "Memang ada sebagian orang tidak tahu kondisi sebenarnya, tapi juga ada orang dengan sengaja memutarbalikkan fakta," katanya kala berbincang dengan tim detikcom tengah pekan ini.

    Dia menyebut China bukan pemberi utang terbanyak untuk Indonesia. Proporsi utang dari China di utang luar negeri Indonesia masih terbilang kecil.

    "Obligator terbesar Indonesia bukan China, urutannya yang besar Singapura, Jepang, Amerika Serikat kemudian Bank Dunia. Kalau Singapura US$ 66,497 miliar, US$ Jepang 29,428 miliar, AS US$ 22,467 miliar, Bank Dunia US$ 17,78 miliar, China hanya US$ 17,756 miliar," rincinya.

    Selanjutnya, di porsi utang pemerintah, Amerika Serikat disebutkannya menyumbang pinjaman paling banyak yaitu sekitar 12,64%.

    "Utang pemerintah Indonesia yang totalnya sebanyak US$ 194,355 miliar di antaranya AS mengambil porsi paling banyak sekitar 12,64% dengan US$ 24,39 miliar, kemudian Jepang, Jerman dan Perancis,utang terhadap China hanya US$ 1,695 miliar belum sampai 1%.

    Dari situ, dia menyimpulkan bahwa anggapan China bisa menguasai Indonesia itu tidak masuk akal. "Yang disebut China menguasai Indonesia melalui utang atau investasi sama sekali tidak masuk akal," tegasnya.

    Penjelasannya juga sekaligus membantah kabar mengenai Chinese Money Trap. Kekhawatiran yang sama mengenai utang China ini disebut-sebut telah terjadi di negara benua Afrika.

    "Saya kira kondisi kerja sama dengan negara-negara di Afrika juga sama dengan kondisi di Indonesia. Apa yang disebut Teori Kontrol melalui Utang, atau Teori Jebakan Utang sama sekali tidak berdasar," tutupnya. […]

    Selain itu, merujuk pada data dari Bank Indonesia, utang dari China pada April 2019 sebesar USD17 miliar. Jumlah utang terbesar yang diberikan ke Indonesia ialah dari Singapura pada April 2019, yakni USD64 miliar.

    KESIMPULAN

    Atas dasar itu, maka dapat dikatakan bahwa konten @TanYoana memelintir informasi dari judul link berita yang dibagikannya. Berdasarkan hal tersebut, maka konten tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1073907926275075/

    https://turnbackhoax.id/2019/12/31/salah-china-menunggu-kekacauan-indonesia-bila-indonesia-sudah-kacau-china-akan-masuk-ke-indonesia-dengan-alasan-mengamankan-harta-mereka/

    https://www.idtoday.co/2019/12/dubes-buka-bukaan-soal-kabar-china-mau.html

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4821214/dubes-buka-bukaan-soal-kabar-china-mau-kuasai-ri-lewat-utang

    https://www.bi.go.id/en/iru/economic-data/external-debt/Pages/SULNI-June-2019.aspx

    https://www.bi.go.id/en/iru/economic-data/external-debt/Documents/SULNI-Juni-2019.pdf

    https://www.liputan6.com/bisnis/read/3969643/ini-negara-pemberi-utang-terbesar-ke-indonesia

    Publish date : 2019-12-31

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.