Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengumumkan bantuan dana hibah. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Mei 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Untuk seluruh masyarakat Indonesia, saya Sri Mulyani hadir menyatakan bahwa penyaluran program dana hibah telah dibuka segera daftarkan diri untuk mendapatkan bantuan"
Unggahan disertai narasi sebagai berikut:
"VIRAL HARI INI
bagi yang belum dapat bantuan dana hibah silahkan hubung saya melalui whatsapp saya di bio profil"
Lalu benarkah klaim video Sri Mulyani mengumumkan bantuan dana hibah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
HASIL CEK FAKTA
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Sri Mulyani mengumumkan bantuan dana hibah. Penelusuran dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation.
Dari hasil penelusuran, audio pada video klaim Sri Mulyani menunjukkan 98,9 persen buatan AI. Video juga mengandung deepfake 31,3 persen.
Penelusuran juga dilakukan menggunakan google image. Penelusuran menemukan bahwa video klaim identik dengan kegiatan Sri Mulyani ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 22 Februari 2023.
Saat itu, Sri Mulyani menggelar konferensi pers mengenai APBN KITA Februari 2023. Dikutip dari website Kemenkeu, salah satu yang disampaikan adalah mengenai kinerja baik APBN berlanjut hingga 31 Januari 2023.
Sri Mulyani mengatakan, realisasi belanja negara per akhir Januari mencapai Rp 141,4 triliun atau mencapai 4,6 persen Pagu APBN, tumbuh 11,2 persen (yoy) dibandingkan Januari 2022. Realisasi belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp 83,2 triliun (3,7 persen Pagu), yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp 28,7 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 54,5 triliun.
Belanja K/L terutama untuk percepatan penyaluran BOS, pengadaan peralatan/mesin, gedung/ bangunan, dan sarpras/logistik, pemeliharaan jalan/jaringan/irigasi/ BMN, penyaluran bansos, dan termasuk kegiatan operasional K/L. Sementara belanja non-K/L terutama didorong belanja subsidi dan pembayaran program pensiun.
Selain itu, APBN berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, dengan realisasi belanja Kesehatan hingga 31 Januari 2023 sebesar Rp 5,3 triliun untuk penyaluran bantuan iuran bagi 96,7 juta peserta PBI JKN, pelayanan Kesehatan RS TNI dan Polri, serta pemberian jaminan Kesehatan bagi PNS/TNI/Polri.
Sementara itu, realisasi belanja ketahanan pangan sebesar Rp 0,9 triliun dimanfaatkan untuk pembangunan bendungan dan irigasi. Realisasi belanja perlindungan sosial sebesar Rp 14,6 triliun digunakan untuk penyaluran bansos berencana dan asistensi penyandang disabilitas, penyaluran bantuan KIP Kuliah, dan belanja subsidi bunga KUR.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani mengumumkan bantuan dana hibah merupakan hoaks dan mengandung deepdake.
Rujukan
Publish date : 2026-05-19

