Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp, informasi tersebut diunggah salah salah satu akun Facebook, pada 5 Mei 2026.
klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp berupa tulisan sebagai berikut.
"KABAR GEMBIRA!
LOWONGAN PENDAMPING LOKAL DESA (PLD) 2026 RESMI DIBUKA!
Panggilan bagi putra-putri terbaik bangsa! Kementerian Desa kembali membuka kesempatan emas untuk kamu yang ingin membangun desa dan berkontribusi langsung bagi Indonesia.
Gaji Kompetitif: Hingga Rp15 Juta!
Status Kepegawaian: Peningkatan status menjadi PPPK/P3K.
Penempatan Strategis: Bertugas di daerah asal masing-masing📍
Persyaratan Utama:
Warga Negara Indonesia (WNI).Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat.
Usia 24 - 45 tahun.
Sehat jasmani dan rohani.
Siap bekerja penuh waktu.
⚠️ PENTING:
Pendaftaran 100% GRATIS (Tanpa dipungut biaya apa pun).Jangan lewatkan kesempatan untuk membangun tanah kelahiranmu sendiri! Bagikan info ini ke teman, saudara, atau keluarga yang membutuhkan.
Ayo, saatnya membangun desa, membangun Indonesia!"
Klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp menyertakan menu channel WhatsApp dalam unggahannya, jika diklik mengarah pada akun WhastApp.
Benarkah klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
HASIL CEK FAKTA
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp, penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antara berjudul "Mendes Yandri tegaskan belum ada rekrutmen pendamping desa" yang tayang pada 3 Februari 2026.
Dalam artikel ini, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pihaknya belum menyelenggarakan rekrutmen tenaga pendamping profesional desa atau pendamping desa.
"Jadi, kami tegaskan di forum terhormat ini belum ada rekrutmen terhadap pendamping desa," kata Yandri dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 3 Februari.
Hal tersebut disampaikan Yandri menanggapi pertanyaan mengenai rekrutmen pendamping desa yang disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI di rapat tersebut. Dia menambahkan, penegasan yang diberikan juga diharapkan dapat mencegah terjadinya penipuan terkait rekrutmen pendamping desa.
"Penipuan melalui medsos (media sosial) banyak sekali sekarang, yang gaji Rp17 juta, Rp15 juta, akhirnya banyak yang tertipu," kata dia.
Dia menambahkan, saat ini, yang dilakukan oleh Kemendes PDT adalah evaluasi terhadap kinerja pendamping desa. Dari total 34.000 pendamping desa, Mendes Yandri mengatakan sekitar 8.000 pendamping desa telah dievaluasi.
"Nanti akan kita isi kalau nanti ada biaya dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) kami ajukan," ujar Yandri.
Ke depan, kata dia, rekrutmen pendamping desa pun akan dilakukan oleh pihak perguruan tinggi. "Yang merekrut itu bukan Kemendes, melainkan perguruan tinggi. Jadi, ini adil dan transparan, pakai CAT dan sebagainya," kata Yandri.
Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui akun Instagram resminya @kemendespdt.
"Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun-akun palsu yang mengatasnamakan Kementerian Desa dan PDT," demikian tulis Kemendes PDT yang dikutip pada 8 Mei 2026.
Kemendes menyatakan, akun-akun ini sering digunakan untuk penipuan, penyebaran informasi hoaks, dan tindakan merugikan lainnya. Pastikan hanya mengikuti akun resmi kami yang terverifikasi. Selain itu, jangan mudah percaya dengan permintaan data pribadi atau transfer uang.
"Hati-hati penipuan, kami memperingatkan sobat desa untuk selalu waspada terkait info rekrutmen pendamping desa yang ada, selain dari website resmi Kemendes PDT itu hoax."
KESIMPULAN
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran lowongan kerja Pendamping Lokal Desa lewat WhatsApp tidak benar.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal belum menyelenggarakan rekrutmen tenaga pendamping profesional desa atau pendamping desa.
Rujukan
https://www.antaranews.com/berita/5393390/mendes-yandri-tegaskan-belum-ada-rekrutmen-pendamping-desa
https://www.instagram.com/p/DFxtwjjyyoI/?igsh=MXZmbnNhZWRkamQxaQ%3D%3D
Publish date : 2026-05-11

