Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Video “Hancuur Hancuuur… Natalan pakai Shalawat”
    False Context

    [SALAH] Video “Hancuur Hancuuur… Natalan pakai Shalawat”

    Jane DoePublish date2019-12-17
    Share
    Facebook

    Berita

    Bukan acara Natal. Kegiatan di video itu adalah saat Festival Keragaman Sulawesi Utara 2016 yang ditujukan untuk memperingati hari Hak Asasi Manusia. Selawat itu dinyanyikan oleh Ketua Lesbumi NU Sulut Taufiq Bilfaqih.

    Akun Nelly Siringo Ringo (fb.com/nelly.siringoringo.1) mengunggah sebuah video dengan narasi :

    “Aduuuh gw yang Kristen aja risih yang kek beginian…Maksa banget sih, pake di blender begitu, emangnya campur sari…?
    Cukup saling menghormati, menyayangi satu dengan yang lain tanpa harus di mixed begitu SUDAH LEBIH DARI CUKUP….
    Emangnya agama Islam dan Kristen baru muncul, sampai harus di remix seperti itu.. ? Dari dulu keberagaman agama juga sudah ada…! Ngeliat seperti itu yang ada gw yang ngakak…”

    Di video tersebut terdapat narasi “Hancuur Hancuuur… Natalan pakai Shalawat”

    HASIL CEK FAKTA

    PENJELASAN

    Setelah ditelusuri, ternyata narasi yang ditulis di video itu tidaklah benar. Peristiwa yang terjadi di video itu bukanlah acaara Natal, melainkan saat Festival Keragaman Sulawesi Utara 2016 pada Sabtu 10 Desember 2016 di aula Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang ditujukan untuk memperingati hari Hak Asasi Manusia.

    Diiringi permainan lantunan musik hadrah, Ketua Lesbumi NU Sulut Taufiq Bilfaqih menyanyikan lagu Havenu Shalom Alechem yang jika diindonesiakan berarti ‘Ku bawa berita Sejahtera’, dengan bahasa Arab yang diselingi dengan bahasa asli yakni Ibrani.

    Selawat disenandungkan Taufik Bilfalqih, namun dipadukan dengan lagu Natal berjudul Gloria yang digubah dalam bahasa Arab. Tabuhan rebana sebagai pengiring lagu menambah nuansa berbeda festival tersebut.

    Saat mendengar selawat nabi dan lagu Natal, hadirin yang berada di ruang rapat DPRD Sulut sontak berdiri dan ikut bernyanyi. Menurut Taufik Bilfaqih, gubahan selawat dan lagu Gloria merupakan bagian dari seni. “Saya tahu kerukunan umat beragama di Sulut luar biasa, jadi berani membuat lagu ini. Kalau di tempat lain takut buat lagu ini,” kata Taufik.

    Dia menambahkan, lirik lagu itu baru dibuat dua hari sebelumnya. Ia berlatih sama teman-temannya sehari sebelum pementasan. Ia pun merasa terkejut dengan sambutan riuh dari para peserta yang datang.

    Sementara itu, Ketua Panitia Festival Keragaman Sulut, Sofyan Yosadi, mengatakan, kegiatan ini juga memperingati hari Hak Asasi Manusia, selain menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta akan toleransi.

    “Kami akan berikan pesan banyak hal pada Indonesia dan dunia. Kami tidak butuh kebencian, permusuhan dan penutupan tempat ibadah, karena kita semua beragama,” ujar Sofyan.

    Dalam kegiatan ini, bergantian para tokoh lintas agama mendoakan Indonesia lewat keyakinannya masing-masing. Selain Muchsin Bilfaqih mewakili umat Muslim ada Pdt Dr Richard Siwu dari Protestan, Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC dari Katolik, Drs IWB Wedha Manuaba dari Hindu, Jimmy Sofyan Yosadi dari Khonghucu serta Bhikkuni Meici Bibiana Runtuwene dari Buddha.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2019/12/16/salah-video-hancuur-hancuuur-natalan-pakai-shalawat/

    Publish date : 2019-12-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.