Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks! Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter
    CekFakta

    Hoaks! Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter

    Jane DoePublish date2026-04-22
    ANTARA News
    Share
    Facebook

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menarasikan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter.

    Unggahan tersebut juga memuat pernyataan provokatif yang menyebut pendapatan APBN sudah tidak ada dan seluruh anggaran hanya berasal dari utang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “PURBAYA: INDONESIA BERPOTENSI MENGALAMI KRISIS MONETER

    PENDAPAΤΑΝ ΑΡΒN SUDAH TIDAK ADA, ANGGARAN HANYA DIDAPAT DARI HUTANG SEMUA”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter?



    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Kementerian Keuangan maupun pemerintah yang menyebut Indonesia akan mengalami krisis moneter akibat pendapatan APBN yang tidak ada.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto dalam unggahan tersebut serupa dengan unggahan ANTARA Foto dalam acara Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara (8/9/2025).

    Sedangkan foto lainnya serupa dengan artikel ini yang membahas mengenai kondisi APBN yang mencatat defisit hingga Februari 2026.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Defisit tersebut merupakan hal yang lazim dalam pengelolaan anggaran negara dan tidak berarti pendapatan negara hilang atau seluruh pembiayaan bergantung pada utang. Sementara itu, penerimaan pajak pada Triwulan I 2026 mencapai Rp398,4 triliun, meningkat 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengendalikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga menanggapi kekhawatiran lembaga pemeringkat Standard & Poor's Global Ratings (S&P) terkait rasio pembayaran utang Indonesia.

    “Saya yakinkan ke mereka bahwa itu bisa dikendalikan ke depan, dan belum pada level yang berbahaya sekali,” ujar Purbaya, dilansir dari ANTARA.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter karena pendapatan APBN tidak ada adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

    Rating: Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter

    Klaim: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/DV3AIbajBs0/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==

    https://www.antarafoto.com/id/view/2618617/presiden-lantik-menteri-dan-wakil-menteri

    https://www.asatunews.co.id/apbn-februari-2026-defisit-rp-1357-triliun

    Publish date : 2026-04-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.