Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran dana bantuan Direct Aid Program (DAP) dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok, pada 30 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Om Swastyastu 🙏
Kabar baik untuk umat Hindu di Indonesia!
Program bantuan D.A.P dari China telah resmi dibuka dengan nominal bantuan mulai dari 150 juta hingga 2 milyar 💰Program ini bertujuan untuk:
✨ Membantu modal usaha pribadi
✨ Mendukung pembangunan pura & kegiatan umat
📌 Kuota terbatas & seleksi berjalan cepat!
Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini
Segera daftar sekarang dan manfaatkan bantuan ini sebaik mungkin 🙏🔥"
Postingan menyertakan poster, berikut isinya:
"Om Swastyastu
BANTUAN D.A.P DARI CHINA UNTUK UMAT HINDU DI INDONESIA
BANTUAN 150 JUTA HINGGA 2 MILIYAR
70 % UNTUK MODAL PRIBADI
30 % UNTUK PEMBANGUNAN PURA/UMAT
Penanggung Jawab:Prof. Dr.Drs. I Nengah Duija, M.Si
TELAH MEMBUKA PENDAFTARAN UNTUK BANTUAN!
SEGERA GUNAKAN KESEMPATAN INI"
Akun ini mengarahkan kepada warganet yang bertanya di kolom komentar bahwa untuk info pendaftaran hubungi penanggung jawab, kontak nya ada di bio profil.
Lalu benarkah link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
HASIL CEK FAKTA
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia. Penelusuran mengarah pada unggahan bersama di media sosial Kementerian Agama (Kemenag) dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian RI (Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI) melalui akun Instagram @bimashinduri.
Dalam unggahannya, Ditjen Bimas Hindu meminta masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap hoaks di berbagai medsos dengan mengatasnamakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag (Dirjen Bimas Hindu) I Nengah Duija.
"Kalau Sahabat menemukan postingan terkait “bantuan” dari Ditjen Bimas Hindu atau Dirjen Bimas Hindu, selain di akun resmi kami dan web ? bimashindu.kemenag.go.id, please jangan mudah percaya yaa!?," tulis Bimas Hindu.
Bimas Hindu juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui website resmi. "Yuk laporkan postingan #hoaks, lawan hoaks, jaga keharmonisan, dan sebarkan kebenaran," demikian Bimas Hindu.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran dana bantuan DAP dari China untuk umat Hindu di Indonesia, tidak benar.
Publish date : 2026-04-17

