Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 13 April 2026.
Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:
"BMKG Ingatkan kemarau tahun 2026 di Indonesia bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir"
Akun itu menambahkan narasi:
"Sekadar info saja Suhu. Jika benar kemarau panjang dn parah maka kita sebagai petani harus siap siap cari alternativ lain untuk bertani yg bisa tolerir panas dn kemarau."
Lalu benarkah postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan klarifikasi dari BMKG. Klarifikasi itu disampaikan oleh Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab dalam artikel Liputan6.com berjudul "BMKG: Kemarau 2026 Bakal Lebih Kering Dibandingkan Rata-Rata Selama 30 Tahun Terakhir" yang tayang pada 14 April 2026.
"Bila dibandingkan dengan rata-ratanya selama 30 tahun, musim kemarau tahun ini relatif lebih kering. Namun perlu digarisbawahi, maksudnya adalah lebih kering dari rata-rata, bukan musim kemarau terparah sepanjang 30 tahun," ujar Fachri.
"Fachri meluruskan informasi di ruang publik belakangan ini yang menyebutkan kemarau 2026 sebagai yang paling ekstrem, bahkan sejumlah pihak menamai dengan sebutan yang terkesan sangat mengerikan Kemarau Godzila atau El-Nino Godzila.
"BMKG tidak menggunakan istilah tersebut dan menilai fenomena yang digambarkan itu tidak sepenuhnya benar, cenderung berlebihan untuk disampaikan kepada publik," katanya menambahkan.
Fachri melanjutkan, jika dibandingkan tahun per tahun, kemarau tahun 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat, tetapi kondisi tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan tahun 2023.
Penjelasan serupa juga disampaikan BMKG dalam akun Instagram resminya, @infobmkg pada 16 April 2026.
"Beredar informasi yang menyebutkan bahwa BMKG mengingatkan kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. Informasi tersebut 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗽𝗮𝘁.
Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa 𝗰𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗵𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝘂𝘀𝗶𝗺 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗱𝗶𝗽𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗯𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹, yaitu 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗿𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗿𝗮𝘁𝗮-𝗿𝗮𝘁𝗮 𝗸𝗹𝗶𝗺𝗮𝘁𝗼𝗹𝗼𝗴𝗶𝘀 𝟯𝟬 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿.
Sebagai perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada tahun 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau tahun 2026.
Artinya, kondisi ini 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮-𝗺𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗸𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝟯𝟬 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya."
HASIL CEK FAKTA
KESIMPULAN
Postingan yang mengklaim BMKG sebut tahun 2026 bakal menjadi kemarau terparah dalam 30 tahun terakhir di Indonesia adalah tidak benar. BMKG telah memberikan klarifikasinya pada klaim tersebut.
Rujukan
Publish date : 2026-04-17

