Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang mengklaim PM Israel Benyamin Netanyahu mengajak suku Batak mengikuti wajib militer. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 1 April 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Kompas TV berjudul:
"Israel Kekurangan Prajurit saat Perang, Netanyahu Mengajak Suku Batak untuk Mengikuti Program Wajib Militer"
Akun itu menambahkan narasi:
"Israel kekurangan prajurit perang. Silakan suku Batak, Papua, Bali ikut wajib militer....semoga jadi martir di Medan perang"
Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim PM Israel Benyamin Netanyahu mengajak suku Batak mengikuti wajib militer?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Kompas.tv dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
Namun dalam artikel asli berjudul "Israel Kekurangan Prajurit saat Perang, Netanyahu Bakal Perluas Program Wajib Militer"
Dalam artikel asli sama sekali tidak membahas ajakan pada Suku Batak seperti dalam postingan. Artikel asli membahas rencana Netanyahu untuk memperluas program wajib militer termasuk untuk kelompok Yahudi ultra-Ortodoks.
HASIL CEK FAKTA
KESIMPULAN
Postingan artikel yang mengklaim PM Israel Benyamin Netanyahu mengajak suku Batak mengikuti wajib militer adalah hoaks. Faktanya judul dalam postingan merupakan hasil suntingan.
Rujukan
Publish date : 2026-04-05

