Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Pendaftaran BSU 2026 Sebesar Rp 600.000
    CekFakta

    Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Pendaftaran BSU 2026 Sebesar Rp 600.000

    Jane DoePublish date2026-04-02
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 sebesar Rp 600.000. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 30 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BSU 2026 MULAI CAIR segera cek apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU).
    Syarat umum:
    WNI
    Pekerja aktif
    Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
    Jangan sampai bantuan sudah cair tapi Anda belum mengetahuinya.."
    Unggahan juga menyertakan poster dengan tulisan berikut:
    "BANTUAN SUBSIDI UPAH 2026
    PEMERINTAH KEMBALI SALURKAN BSU UNTUK PEKERJA/ BURUH DI AWAL 2026
    BANTUAN SENILAI RP 600.000"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran BSU 2026 sebesar Rp 600.000? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     

    HASIL CEK FAKTA


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BSU 2026 sebesar Rp 600.000. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Ramai Info BSU 2026, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan Resmi".
    Dalam artikel yang tayang pada 7 Februari 2026, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat mewaspadai maraknya informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program BSU 2026. Informasi menyesatkan tersebut umumnya disertai tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi mengarah pada penipuan.
    Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan klarifikasi ini perlu disampaikan menyusul beredarnya unggahan di media sosial, pesan berantai, hingga sejumlah pemberitaan yang mencatut Program BSU 2026. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
    "Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri," kata Faried dikutip dari Antara, Rabu 7 Januari 2026.
    Faried menekankan bahwa informasi resmi terkait BSU hanya disampaikan melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan yakni laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
    Penelusuran juga mengarah pada unggahan akun Instagram resmi Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) @kemnaker. 
    "Hati-hati terhadap informasi yang mengatasnamakan BSU 2026, ya. Saat ini belum ada kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU tahun 2026," demikian tulis Kemnaker yang dikutip pada Kamis (4/2/2026).
     

    KESIMPULAN


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BSU 2026 sebesar Rp 600.000 yang beredar di Facebook, tidak benar.

    Rujukan

    https://www.liputan6.com/bisnis/read/6252252/ramai-info-bsu-2026-kemnaker-tegaskan-belum-ada-kebijakan-resmi

    https://www.instagram.com/reel/DTmx7wak9wE/?igsh=c2llOHo2Mmw1Nnp0

    Publish date : 2026-04-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.