Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja sebesar Rp 150 juta - Rp 2 miliar lewat WhatsApp. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 Februari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen Bimas Kristen) Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan Dana untuk masyarakat non muslim sebesar Rp150 juta - 2 milyar hingga semester kedua 2026. Bantuan ini bertujuan untuk menunjang operasional untuk masyarakat non muslim dan pembangunan gereja, termasuk manajemen administrasi operasional di berbagai wilaya indonesia"
Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
"SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK PENERIMA BANTUAN DAP AUSTRALIA UNTUK UMAT KRISTEN DAN PEMBAGUNAN GEREJA SEMOGA TUHAN MEMBERKATI Haleluya"
Terdapat link menu kirim pesan dalam postingan yang beredar tersebut.
Lalu benarkah link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhastApp? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
HASIL CEK FAKTA
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhatsApp. Penelusuran mengarah pada postingan dari Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram resminya @kemenag_ri pada 5 Desember 2025.
Dalam unggahannya, Kemenag meminta masyarakat waspada terhadap hoaks yang mengatasnamakan Kementerian Agama.
"Sahabat Religi, mohon berhati-hati! Telah beredar sebuah surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI terkait penyaluran "Bantuan Dana DAP (Direct Aid Program)" yang mencatut kerja sama dengan negara Australia. Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks," tulis Kemenag melalui unggahannya yang dikutip pada Rabu (18/2/2026).
Kementerian Agama menyampaikan, tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta pembagian persentase bantuan (70% diterima, 30% disumbangkan) seperti yang tertulis dalam surat bodong tersebut. Segala informasi resmi mengenai bantuan pemerintah hanya diumumkan melalui website resmi kemenag.go.id dan media sosial resmi Kementerian Agama RI.
"Mari kita lebih cerdas dan bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya pada iming-iming dana besar yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum sharing," kata dia.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan dana untuk umat kristen dan pembangunan gereja lewat WhatsApp, merupakan hoaks.
Publish date : 2026-02-18

