Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] China Resmi Tutup Pintu untuk Wisatawan Israel
    Misleading Content

    [SALAH] China Resmi Tutup Pintu untuk Wisatawan Israel

    Jane DoePublish date2026-01-23
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “NesTV” pada Selasa (20/1/2026) berisi narasi:

    “China Tolak Wisatawan Israel

    China secara resmi menutup pintu masuknya bagi wisatawan Israel”.

    Hingga Rabu (21/1/2026), unggahan tersebut mendapat 18.300-an tanda suka dan 1000-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 400 kali.

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “china resmi melarang wisatawan israel” ke mesin  pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi dari Pemerintah China yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “china melarang israel” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke beberapa pemberitaan, antara lain

    • Berita beritasatu.com “China Perintahkan Perusahaan Stop Pakai Software Keamanan AS-Israel”. Pemberitaan yang tayang Kamis (15/1/2026) itu melaporkan bahwa Pemerintah China memerintahkan perusahaan-perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan AS dan Israel.

    • Berita cnbcindonesia.com “Amerika dan Israel Masuk Daftar Hitam, China Tak Kasih Ampun”. Pemberitaan yang tayang Kamis (15/1/2026) itu melaporkan bahwa otoritas China mengimbau perusahaan-perusahaan domestik untuk berhenti menggunakan software keamanan siber yang berasal dari firma AS dan Israel dengan alasan keamanan nasional.

    Sebagai informasi, dilansir dari detik.com, Mengutip detik.com, hingga kini sejumlah negara masih menolak Israel, termasuk dengan melarang masuk pemegang paspor Israel. Namun, China tidak termasuk dalam daftar negara yang menolak Israel.

    KESIMPULAN

    Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “China resmi tutup pintu untuk wisatawan Israel” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    https://www.beritasatu.com/internasional/2958261/china-perintahkan-perusahaan-stop-pakai-software-keamanan-as-israel

    https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115121455-37-702615/amerika-dan-israel-masuk-daftar-hitam-china-tak-kasih-ampun

    https://www.facebook.com/share/1AF7jBh7pF/

    http://archive.today/g76Rj

    Publish date : 2026-01-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.