Berita
SEBANYAK 70 konten di media sosial seperti Instagram [arsip], Facebook, Threads, dan X, menyebarkan klaim palsu bahwa Garuda Indonesia telah mengangkat Khairun Nisa sebagai pramugari. Unggahan tersebut menyertakan foto yang memperlihatkan manajemen Garuda Indonesia tengah menjabat tangan Khairun Nisa.
Nama Khairun Nisa sebelumnya sempat viral di media sosial karena aksi penyamarannya. Ia berpura-pura menjadi pramugari Batik Air demi menyenangkan hati orang tuanya setelah tertipu Rp 30 juta oleh oknum yang menjanjikannya pekerjaan. "Khairun Nisa akhirnya diterima sebagai pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia," bunyi narasi dalam konten yang beredar tersebut.
Namun, benarkah Garuda Indonesia secara resmi menerima Khairun Nisa sebagai pramugari seperti ditunjukkan dalam foto yang beredar?
Nama Khairun Nisa sebelumnya sempat viral di media sosial karena aksi penyamarannya. Ia berpura-pura menjadi pramugari Batik Air demi menyenangkan hati orang tuanya setelah tertipu Rp 30 juta oleh oknum yang menjanjikannya pekerjaan. "Khairun Nisa akhirnya diterima sebagai pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia," bunyi narasi dalam konten yang beredar tersebut.
Namun, benarkah Garuda Indonesia secara resmi menerima Khairun Nisa sebagai pramugari seperti ditunjukkan dalam foto yang beredar?
HASIL CEK FAKTA
Tempo memverifikasi konten tersebut menggunakan pengamatan visual, peranti deteksi akal imitasi, serta konfirmasi dari berbagai sumber otoritatif. Hasilnya, manajemen Garuda Indonesia membantah telah mengangkat Khairun Nisa sebagai pramugari. Foto yang beredar luas di media sosial itu terbukti merupakan hasil rekayasa teknologi akal imitasi.
Dikutip dari Berita Satu edisi Kamis, 15 Januari 2026, Kepala Komunikasi Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menyatakan perusahaannya tidak sedang menggelar rekrutmen pegawai. Ia menegaskan bahwa foto yang mencatut nama maskapai plat merah tersebut murni hasil manipulasi. "Saat ini Garuda Indonesia belum membuka rekrutmen awak kabin," ujar Dicky.
Kisah Khairun Nisa menjadi viral setelah perempuan asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ini kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026. Nisa telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf melalui akun TikTok pribadinya. Di sisi lain, Aeronef Academy sempat menawarkan pelatihan gratis bagi Nisa, namun hingga 15 Januari 2026, lembaga tersebut mengaku belum mendapatkan respons lanjutan.
Hasil verifikasi Tempo mengonfirmasi bahwa foto tersebut merupakan produk rekayasa akal imitasi. Kesimpulan ini berpijak pada temuan tiga anomali fisik yang janggal. Pertama, desain papan nama Garuda Indonesia yang terpampang dalam foto tidak sesuai dengan identitas visual resmi milik perusahaan maskapai tersebut.
Kedua, perbedaan warna kulit pada telapak tangan pria dalam foto terlihat sangat mencolok, mengindikasikan adanya ketidakkonsistenan dalam proses pengolahan gambar. Ketiga, teks pada sertifikat di bagian depan tetap tampak buram dan tidak terbaca meskipun telah melalui proses pembesaran gambar berulang kali.
Anomali pada foto tersebut, lazim ditemukan pada konten-konten yang dibuat dengan teknologi AI. Analisis manual tersebut diperkuat dengan alat deteksi AI Image Whisperer yang menyatakan foto dibuat menggunakan AI dengan tingkat konfidensial sangat tinggi. Demikian juga dengan alat deteksi Hive Moderation, menerangkan kemungkinan konten buatan AI mencapai 99,9 persen.
Dikutip dari Berita Satu edisi Kamis, 15 Januari 2026, Kepala Komunikasi Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menyatakan perusahaannya tidak sedang menggelar rekrutmen pegawai. Ia menegaskan bahwa foto yang mencatut nama maskapai plat merah tersebut murni hasil manipulasi. "Saat ini Garuda Indonesia belum membuka rekrutmen awak kabin," ujar Dicky.
Kisah Khairun Nisa menjadi viral setelah perempuan asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ini kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026. Nisa telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf melalui akun TikTok pribadinya. Di sisi lain, Aeronef Academy sempat menawarkan pelatihan gratis bagi Nisa, namun hingga 15 Januari 2026, lembaga tersebut mengaku belum mendapatkan respons lanjutan.
Hasil verifikasi Tempo mengonfirmasi bahwa foto tersebut merupakan produk rekayasa akal imitasi. Kesimpulan ini berpijak pada temuan tiga anomali fisik yang janggal. Pertama, desain papan nama Garuda Indonesia yang terpampang dalam foto tidak sesuai dengan identitas visual resmi milik perusahaan maskapai tersebut.
Kedua, perbedaan warna kulit pada telapak tangan pria dalam foto terlihat sangat mencolok, mengindikasikan adanya ketidakkonsistenan dalam proses pengolahan gambar. Ketiga, teks pada sertifikat di bagian depan tetap tampak buram dan tidak terbaca meskipun telah melalui proses pembesaran gambar berulang kali.
Anomali pada foto tersebut, lazim ditemukan pada konten-konten yang dibuat dengan teknologi AI. Analisis manual tersebut diperkuat dengan alat deteksi AI Image Whisperer yang menyatakan foto dibuat menggunakan AI dengan tingkat konfidensial sangat tinggi. Demikian juga dengan alat deteksi Hive Moderation, menerangkan kemungkinan konten buatan AI mencapai 99,9 persen.
KESIMPULAN
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Khairun Nisa yang berpura-pura menjadi pramugari dalam penerbangan Batik Air awal tahun 2026, diterima bekerja oleh Garuda Indonesia adalah klaim keliru.
Rujukan
https://www.instagram.com/p/DTdCc1skt18/
https://x.com/i/status/2011242427307458699
https://www.tiktok.com/@khairun_nisya02/video/7592714375107005703
Publish date : 2026-01-19

