Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan: NASA Tak Lagi Meneliti Laut Sejak 1978
    CekFakta

    Menyesatkan: NASA Tak Lagi Meneliti Laut Sejak 1978

    Jane DoePublish date2026-01-19
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita

    SEJUMLAH unggahan di Instagram [arsip], Facebook dan TikTok mengklaim bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhenti meneliti lautan sejak 1978. Narasi tersebut menyebut NASA kini hanya berfokus pada misi ruang angkasa setelah mengalihkan seluruh sumber dayanya dari eksplorasi laut.

    Dalam unggahan itu disebutkan, NASA mendadak menghentikan ekspolarasi saat baru memantau sekitar lima persen wilayah perairan. "Mengapa mereka berhenti menyelam ke kedalaman? Apa yang mereka temukan hingga membuat mereka takut," tulis pengunggah konten.



    Namun, benarkah NASA menghentikan penelitian laut pada 1978 setelah menemukan sesuatu yang menakutkan?

    HASIL CEK FAKTA

    Tempo memverifikasi narasi tersebut dengan menelusuri berbagai sumber otoritatif. Sejak awal, pemerintah Amerika Serikat membentuk National Aeronautics and Space Administration (NASA) dengan misi utama memperkuat teknologi antariksa. Meski demikian, lembaga ini tetap menjalankan riset lautan sebagai bagian dari upaya membandingkan kondisi fisik Bumi dengan planet lainnya.

    Tujuan Pembentukan NASA

    Laman Museum Penerbangan Nasional mencatat bahwa Negeri Abang Sam awalnya membentuk lembaga independen bernama National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) pada 1915 guna meneliti dunia penerbangan. Pemerintah Amerika Serikat kemudian mengganti komite tersebut menjadi NASA pada 1 Oktober 1958 untuk menyaingi teknologi antariksa Uni Soviet yang lebih dulu meluncurkan wahana Sputnik di era Cold War.

    Time melaporkan bahwa pendirian NASA berpijak pada National Aeronautics and Space Act. Undang-undang tersebut memandatkan NASA untuk meneliti masalah penerbangan di dalam maupun di luar atmosfer Bumi serta tujuan strategis lainnya, termasuk meredam persaingan riset antar-angkatan bersenjata. NASA berfungsi sebagai pusat penelitian yang menyatukan berbagai unit riset militer Amerika Serikat yang sebelumnya mengembangkan teknologi jet dan satelit secara terpisah.

    Ensiklopedia Britannica menjelaskan bahwa baik NACA maupun NASA tidak memiliki misi spesifik untuk penjelajahan bawah laut. Sejak berdiri, lembaga ini memfokuskan sumber dayanya pada eksplorasi antariksa melalui berbagai misi ikonik seperti Apollo, Viking, Mariner, Voyager, dan Galileo.

    Penelitian Laut oleh NASA 

    Dalam menjalankan misinya, NASA turut meneliti lautan untuk mendukung pengembangan teknologi antariksa. Pada 1978, lembaga ini meluncurkan satelit khusus guna memantau kondisi lautan di Bumi. Satelit tersebut bertugas mengukur ketinggian wahana antariksa di atas permukaan laut, kecepatan, serta arah angin.

    Kemampuan satelit ini mencakup pengukuran suhu permukaan laut, identifikasi fitur awan dan daratan, serta pemantauan medan gelombang permukaan global dan kondisi es kutub. NASA mempelajari lapisan es kutub sebagai referensi untuk mengeksplorasi kondisi serupa di planet lain.

    Pemeriksa fakta Reuters melaporkan bahwa NASA pernah menggelar misi bersama pada 2018 untuk mengamati interaksi organisme mikroskopis di laut dalam. Wilayah laut dalam merupakan area di bawah permukaan air dengan penetrasi cahaya yang memudar cepat, yakni mulai kedalaman 200 meter atau sekitar 656 feet.

    KESIMPULAN

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan NASA menyetop penelusuran laut dalam sejak tahun 1978 karena ketakutan akan temuan tertentu adalah klaim menyesatkan.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/DQrVSMCkm4y/

    https://perma.cc/Z874-CGS5

    https://www.facebook.com/watch/?v=1307663074471525

    https://www.tiktok.com/@vampiretalk.id/photo/7569243585841728788?_r=1&_t=ZS-92nFAiPdHrL

    https://airandspace.si.edu/events/early-history-naca

    https://www.nasa.gov/history/

    https://science-nasa-gov.translate.goog/earth-science/focus-areas/climate-variability-and-change/ocean-physics/oceanography/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge#:~:text=Looking%20at%20our%20Earth%20from,of%20the%20deepest%20submarine%20trench.

    Publish date : 2026-01-19

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.