Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengalihkan anggarannya untuk beras gratis serta bantuan bagi korban banjir.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“GEGER!! MBG DISTOP! ANGGARAN DIALIHKAN
Program MBG dihentikan sementara. Dana dialihkan ke beras gratis dan bantuan banjir. Prioritas berubah demi kondisi darurat. Keputusan tepat, Pak Pur”
Namun, benarkah anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“GEGER!! MBG DISTOP! ANGGARAN DIALIHKAN
Program MBG dihentikan sementara. Dana dialihkan ke beras gratis dan bantuan banjir. Prioritas berubah demi kondisi darurat. Keputusan tepat, Pak Pur”
Namun, benarkah anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
HASIL CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Menteri Keuangan maupun pihak pemerintah yang menyatakan adanya kebijakan penghentian atau pengalihan anggaran MBG untuk bantuan banjir.
Hingga saat ini, program MBG tetap berjalan, bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan perluasan besar pada 2026 dengan sasaran 82,9 juta siswa dan kebutuhan anggaran hingga Rp335 triliun.
Dilansir dari ANTARA, Kepala BGN Dadan Hindayana juga menyampaikan bahwa BGN menargetkan pembangunan sekitar 32-33 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani penerima MBG di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, klaim bahwa anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir merupakan informasi yang tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Hingga saat ini, program MBG tetap berjalan, bahkan Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan perluasan besar pada 2026 dengan sasaran 82,9 juta siswa dan kebutuhan anggaran hingga Rp335 triliun.
Dilansir dari ANTARA, Kepala BGN Dadan Hindayana juga menyampaikan bahwa BGN menargetkan pembangunan sekitar 32-33 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani penerima MBG di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, klaim bahwa anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir merupakan informasi yang tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Anggaran MBG dialihkan untuk korban banjir
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
KESIMPULAN
Rujukan
Publish date : 2026-01-14

