Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru: Video Tangis Haru Warga Venezuela Usai Presiden Maduro Ditangkap
    CekFakta

    Keliru: Video Tangis Haru Warga Venezuela Usai Presiden Maduro Ditangkap

    Jane DoePublish date2026-01-08
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita

    VIDEO rakyat Venezuela merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, beredar di Facebook [arsip] dan X [arsip] pada 7 Januari 2026. Cuplikan video itu memperlihatkan dua nenek dan seorang pemuda yang tampak menangis karena Amerika telah membebaskan mereka dari kepemimpinan Maduro.

    “Rakyat menangis karena kebebasan mereka, terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah membebaskan kami. Sang pahlawan, terima kasih Donald Trump,” tulis si pengunggah konten.



    Video berdurasi 1 menit tersebut beredar luas setelah Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros pada 3 Januari 2026. Namun benarkah video yang memperlihatkan wajah-wajah haru warga Venezuela usai penangkapan Maduro?

    HASIL CEK FAKTA

    Tempo memverifikasi konten itu melalui pengamatan visual, menggunakan alat pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, konten yang memperlihatkan tiga warga yang menangis itu dibuat dengan kecerdasan buatan.



    Sosok nenek berpakaian biru muda memeluk bendera Venezuela ini, muncul pada detik pertama. Hasil analisis manual menemukan kejanggalan visual pada detik 00:01 hingga 00:09 saat seorang pria di bagian belakang yang memegang bendera mirip bendera Venezuela, berjalan menuju kamera. Kejanggalan terlihat sejak detik ke-5. Bendera yang semula ia pegang tiba-tiba menghilang. 

    Kejanggalan semacam ini, sering kali ditemui pada konten buatan AI. Kesimpulan ini terkonfirmasi setelah Tempo menganalisisnya menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation dan Image Whisperer. Kedua alat ini menyatakan konten tersebut dibuat dengan AI. Alat Hive Moderation menghasilkan agregat 96,1 persen.





    Pada detik ke-17 dan 18, kejanggalan visual terlihat pada konten. Demonstran di bagian latar pemuda yang menangis, tampak memegang bendera Venezuela. Akan tetapi, bendera tersebut tidak sama dengan bendera asli Venezuela. 

    Bendera Venezuela terdiri dari warna kuning, biru, dan merah. Pada bagian warna biru, terdapat delapan bintang membentuk formasi melengkung. 



    Pada detik ke-29 juga terlihat plat nomor kendaraan yang berwarna putih. Ini berbeda dengan plat nomor kendaraan resmi di Venezuela yang mengandung warna putih, kuning, biru, dan merah.

    Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten kedua ini kemungkinan buatan AI. Hive memberikan agregat angka 48,3 persen.





    Kejanggalan bendera di bagian latar nenek pada fragmen ini juga terlihat antara detik ke-50 hingga detik ke-55. Formasi bintang dalam bendera berbeda dengan bendera Venezuela yang melengkung dan berjumlah delapan.

    Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten ini juga dibuat dengan AI. Hive memberikan agregat elemen AI mencapai 97 persen. 



    Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap

    Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela yang tinggal di luar negeri merayakan penangkapan Maduro lantaran kepemimpinannya yang otoriter selama 13 tahun. Namun menurut PolitiFact, sentimen anti-Maduro terasa sunyi di dalam negeri Venezuela setelah penangkapan oleh AS. Dilansir Fortune, jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari setelah serangan AS. Associated Press juga merekam suasana jalanan Caracas yang tenang.

    Penangkapan itu dikecam oleh banyak negara mulai Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol. Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam unggahan media sosial di X, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa serangan AS merupakan "agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin."

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa video warga Venezuela menangis haru usai penangkapan Maduro oleh AS adalah keliru.

    Rujukan

    https://web.facebook.com/reel/1665640234421102/

    https://perma.cc/V2AZ-6KPD

    https://x.com/WallStreetApes/status/2007586063876010289

    https://perma.cc/QP4M-G7YQ

    https://www.intt.gob.ve/inttweb/?p=13918

    http://hivemoderation.com

    https://imagewhisperer.org/

    https://www.youtube.com/watch?v=TRBBkDC1CKU

    https://www.tempo.co/internasional/reaksi-dunia-atas-serangan-as-di-venezuela-2104181 /cdn-cgi/l/email-protection#1e7d7b75787f756a7f5e6a7b736e71307d7130777a

    Publish date : 2026-01-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.